PDAM Makassar

Kronologis NA Minta Uang ke Kontraktor Rp1 M , Terungkap di Persidangan

Bank Sulsel Bar
Kronologis NA Minta Uang ke Kontraktor Rp1 M , Terungkap di Persidangan
Sidang lanjutan Agung Sucipto alias Anggu, terkait kasus Gratifikasi dan suap.

KabarMakassar.com -- Pada sidang lanjutan Agung Sucipto alias Anggu yang digelar di ruang Harifin Tumpa Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (27/5), menghadirkan beberapa saksi, salah satunya adalah Mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel, Sari Pudjiastuti.

Sari mulai bernyanyi saat hakim meminta kejelasan perannya terhadap lelang tender dan kaitannya dengan gratifikasi.

Di luar dugaan, ternyata Sari punya peran besar untuk menyiapkan dana kepada Gubernur Non Aktif, Nurdin Abdullah (NA). Ia mengungkapkan jika dirinya berperan sebagai perantara terhadap sejumlah proyek di Sulsel.

Selain memenangkan perusahaan tertentu di proses tender proyek, peran Sari juga menjadi penghubung antara Gubernur Sulsel non aktif, Nurdin Abdullah dan kontraktor. 

Sari bahkan mengakui dirinya sempat meminta uang Rp1 miliar ke kontraktor. Uang itu atas permintaan Nurdin Abdullah. Katanya, untuk biaya operasionalnya. 

Uang itu diminta ke kontraktor bernama Nuwardi Bin Pakki, alias Hj Momo. Uang diserahkan bulan Desember 2020. 

"Kalau tanggal persisnya, saya lupa.  Tapi saya pernah diminta ke rujab, kemudian dia (NA) menyampaikan butuh biaya operasional Rp1 miliar. Dia bertanya ke saya siapa kira-kira yang bisa membantu," ujar Sari. 

"Setelah itu saya menyampaikan tergantung beliau, siapa yang diperintahkan. Pak Nurdin tanya Hj Momo," lanjutnya lagi. 

Sari kemudian menghubungi Hj Momo dan menyampaikan maksud Nurdin Abdullah. Hj Momo bilang setuju dan menentukan waktu kapan diambil. 

Hj Momo kemudian memerintahkan orang kepercayaannya bernama Hj Boi untuk mengantar uang tersebut ke Sari. Mereka bertemu di penginapan, di samping hotel Awal Bros.

"Waktu itu saya belum bisa terima karena Nurdin saat itu tidak ada di Makassar. Setelah di Makassar,  saya kemudian ambil itu uang dan titip di rumah ponakan," jelasnya. 

Uang sebesar Rp1 miliar itu kata Sari juga ditaruh di kardus. Ia kemudian menitip uang tersebut di rumah keponakannya, sambil dipindahkan ke koper. 

"Besoknya diambil oleh Salman, ajudan NA. Saya serahkan di depan apartemen Vida View. Saat itu salman bertanya, bu Sari, saya mau ambil mi uangnya," ujar Sari menirukan percakapannya bersama Salman. 

Haji Momo adalah pemilik PT Tocipta Sarana Abadi. Perusahaan ini adalah pemenang sejumlah proyek jalan provinsi di Kabupaten Wajo. 

Kepada hakim dan jaksa penuntut umum, Sari mengakui tindakannya salah. Apalagi, ia adalah seorang pegawai negeri sipil. 

Ia mengaku posisinya serba salah sebagai anak buah. Jika diambil jelas melawan hukum, jika tidak, takut dibilang sombong oleh pimpinan. 

"Saya tahu tidak dibenarkan. Saya kan anak buah pak. Saya bawahan. Saya loyal sama pimpinan saya. 

Saya di posisi serba salah. Saya terima bagaimana, saya tidak terima bagaimana. Saya minta pengampunan, yang mulia," harap Sari. 

Penulis : Redaksi

Editor : Al Amin

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Kabar Serupa :
Sponsor
  BPK Temukan Tiga OPD Tekor, Plt Gubernur Sulsel Janji Akan Beri Sanksi
Kabar Politik dan Pemerintahan

BPK Temukan Tiga OPD Tekor, Plt Gubernur Sulsel Janji Akan Beri Sanksi

01.06.2021 - 22:34
Bantuan Keuangan Daerah Ala NA Penyebab Sulsel Tak Raih WTP
Kabar Politik dan Pemerintahan

Bantuan Keuangan Daerah Ala NA Penyebab Sulsel Tak Raih WTP

29.05.2021 - 10:23
12 PAC Minta DPC PDIP Gowa Dibekukan
Kabar Politik dan Pemerintahan

12 PAC Minta DPC PDIP Gowa Dibekukan

28.05.2021 - 16:56
Sponsor
 ARA Harap Janji Pemerintah Terealisasi dengan Baik
Kabar Politik dan Pemerintahan

ARA Harap Janji Pemerintah Terealisasi dengan Baik

24.05.2021 - 23:31
Pelindo
Pemkab Jeneponto
Bank Sulsel Bar