PDAM Makassar

Usai Kembalikan Uang ke KPK, Jabatan Kabiro Barjas Sulsel Dinonaktifkan

Bank Sulsel Bar
  Usai Kembalikan Uang ke KPK, Jabatan Kabiro Barjas Sulsel Dinonaktifkan
Kabiro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Sulsel, Sari Puji Astuti sebelum jabatannya dinonaktifkan.

KabarMakassar.com -- Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sari Pujiastuti akhirnya dinonaktifkan setelah diminta untuk mengembalikan sejumlah uang ke KPK atas dugaan kasus suap pada sejumlah pengadaan barang.

Penonaktifan jabatan ini dilakukan pelaksana tugas (plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman atas dasar penegakan hukum disiplin ASN.

Diketahui, Sari Pudjiastuti mengaku menerima suap dari kontraktor. Pada tender sejumlah proyek di Pemprov Sulsel. Ia sudah mengembalikan uang Rp 410 juta ke rekening KPK.

Plt Inspektorat Pemprov Sulsel Sulkaf S Latif mengatakan, Sari sudah disidang kode etik siang tadi. Hasil sidang diduga Sari melanggar disiplin kepegawaian.

"Hasilnya sudah kami sampaikan ke Pak Plt Gubernur. Yang bersangkutan mengakui mengambil uang (dari kontraktor) dan sudah menyetor ke rekening KPK," kata Sulkaf, seperti yang dikutip suara jaringan KabarMakassar.com pada Kamis, 20 Mei 2021.

Hasilnya, Plt Gubernur memilih menonaktifkan Sari Pudjiastuti mulai hari ini. Pelaksana harian (Plh) akan ditunjuk Jumat besok.

"Pertimbangannya Pak Gubernur pilih dinonaktifkan dulu. Besok pelaksana hariannya akan ditunjuk," tuturnya.

Untuk sanksinya, kata Sulkaf masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Apakah akan dijatuhi sanksi ringan, sedang atau berat.

Jika sanksi ringan bisa berupa teguran atau pemotongan gaji. Untuk sanksi sedang penurunan pangkat, dan sanksi berat adalah pemecatan dengan tidak hormat.

Sementara, untuk dua pegawai panitia tender lainnya yang turut terlibat kata Sulkaf baru akan disidang besok siang. Saat ini baru Sari Pudjiastuti saja yang sudah diperiksa.

Seperti diketahui, tiga PNS di Biro Pengadaan Barang dan Jasa diduga terlibat suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di Pemprov Sulsel. Uang yang diterima pun sudah dikembalikan ke KPK.

Sari mengaku pengembalian uang dilakukan atas perintah dari KPK. Pengembalian dilakukan pasca Gubernur Sulawesi Selatan non aktif, Nurdin Abdullah sudah ditetapkan tersangka.

Sebelum dinonaktifkan, Sari Pujiastuti angkat bicara terkait pengembalian sejumlah uang dengan rincian setoran pertama dilakukan sebesar Rp 160 juta pada 15 Maret 2021. Kemudian, Rp 65 juta juga disetor pada 16 Maret dan Rp 2,5 juta pada tanggal 6 April 2021.

“Tergantung apa yang berkembang di Pengadilan, artinya begitulah. Kita harga proses yang sementara berlangsung,” katanya.

Meski begitu ia dengan tabah menerima semua proses pengadilan yang ada. Apalagi, kata dia, dirinya hanya anggota.

“Saya ini hanya anak buah, tidak boleh saya memperkeruh keadaan, nanti ada orang yang terciderai dengan pernyataan-pernyataan saya,” tuturnya.

Bukan hanya Sari yang mengembalikan uang, ada pula dari Pokja atas nama Syamsuriadi sebesar Rp 35 juta disetor pada tanggal 15 Maret. Kemudian atas nama Yusril Mallombasang menyetor uang Rp 160 juta pada 15 Maret 2021. Pada tanggal yang sama, Yusril juga kembali menyetor Rp 35 juta.

Penulis : Redaksi

Editor : Al Amin

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Pelindo
Pemkab Jeneponto
Bank Sulsel Bar