PDAM Makassar

Pemerintah Perpanjang Larangan Mudik Jadi Sebulan

Bank Sulsel Bar
Pemerintah Perpanjang Larangan Mudik Jadi Sebulan

KabarMakassar.com -- Satuan tugas penanganan Covid-19 mengubah masa berlaku aturan pengetatatn penjagaan mudik lebaran yang sebelumnya hanya 10 hari menjadi satu bulan, dari tanggal 22 April hingga 24 Mei 2021.

Hal tersebut ditetapkan melalui Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 yang ditandatangani oleh Kepala BNPB selaku ketua tugas penanganan Covid-19, Doni Monardo pada 21 April 2021.

“Maksud dari Addendum surat edaran ini adalah mengatur pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei-24 Mei 2021),” tulis Doni Monardo dalam surat Addendum SE Satgas, Kamis (22/4).

Sementara selama masa peniadaan mudik 6-17 Mei 2021 tetap berlaku surat edaran satuan tugas penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang peniadaan mudik hari Raya Idul Fitri.

“Tujuan Addendum surat edaran ini adalah untuk mengantisipasi peningkatanan arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan kasus antar daerah pada masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik diberlakukan,” ucapnya.

Berikut perubahan aturan SE Satgas terkait larangan mudik lebaran :

Setiap pelaku perjalanan dalam negeri selama H-14 peniadaan mudik (22 April- 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18- 24 Mei 2021) wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut :

1. Pelaku perjalanan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negative tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 kali 21 jam sebelum keberangkatan, atau surat hasil negative tes GeNose C19 di Bandar udara sebelum keberangkatan serta mengisi e-HAC Indonesia.

2. Pelaku perjalanan transportasi laut dan penyeberangan laut, wajib menunjukkan surat negative Covid-19 melalui tes swab PCR atau rapid tes antigen yang berlaku 1 kali 24 jam, atau hasil negative tes GeNose secara lansung di Bandara sebelum keberangkatan, serta mengisi e-HAC Indonesia.

3. Penumpang transportasi umum dan kendaraan pribadi akan diperiksa surat negative Covid-19 di tengah perjalan, jika tdak ada maka dilakukan tes antigen atau GeNose C19 acak oleh petugas di lapangan.

4. Apabila hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 pelaku perjalanan negative namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostic RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

Berdasarkan surat edaran satuan tugas penanganan Coviid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang peniadaan mudik hari raya dikecualikan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik, antara lain: bekerja/perjalan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi oleh 2 orang dan kepentingan non mudik lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari kepala desa/lurah setempat.

Penulis : Ardiyanti

Editor : Herlin Sadid

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Kabar Serupa :
Jemaah An-Nadzir Sholat Idul Fitri Lebih Awal
Kabar News

Jemaah An-Nadzir Sholat Idul Fitri Lebih Awal

12.05.2021 - 13:59
Pelindo
Pemkab Jeneponto
Bank Sulsel Bar