PDAM Makassar

Hina Wali Kota Makassar Lewat Medsos, Empat Lurah Diproses

Bank Sulsel Bar
 Hina Wali Kota Makassar Lewat Medsos, Empat Lurah Diproses
Kantor Balaikota Makassar.

KabarMakassar.com -- Sikap tak terpuji ASN dipertontonkan sejumlah lurah di Kota Makassar. Mereka menghina Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Danny Pomanto di media sosial. 

Plt Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar, Munandar mengatakan ada empat lurah yang sedang diproses di inspektorat karena menghina wali kota. Satu orang sudah dibebastugaskan, Senin, kemarin. 

Dia adalah Lurah Pandang, Muh Nawir. Kata Munandar, Nawir melakukan pelanggaran berat karena menghina Danny Pomanto di Whatsapp. 

Ada percakapan yang dilontarkannya lewat grup whatsapp sesama lurah dan itu dinilai menghina Wali Kota. Namun, Nawir tak ingin membeber hasil percakapan lurah Nawir tersebut. 

Munandar menjelaskan, yang bersangkutan dinonaktifkan dari jabatannya per hari Selasa 13 April 2021. Ada beberapa item pelanggaran yang dilakukan Nawir.

"Ada percakapan lewat medsos, ada postingan yang tidak bagus, tidak patut dilakukan oleh seorang lurah kepada pimpinannya. Dan itu tidak boleh," tegas Munandar, Kamis, 15 April 2021. 

Sebagai ASN, kata Munandar, harus punya etika. Terlebih lagi yang bersangkutan adalah seorang lurah. Namun, apa yang dilakukan Nawir sebuah perbuatan yang tidak bisa ditolerir. 

"Dia terbukti bersalah dan dibebaskan dari jabatannya. Jadi bukan non aktif ya, tapi pembebasan dari jabatan. Jadi dicopot dari lurah," jelasnya.

Selain Nawir, masih ada tiga lurah yang saat ini juga sementara diproses yang melakukan pelanggaran berat. Kasusnya hampir sama. 

Saat ini, nasib ketiga lurah tersebut sementara diolah, diproses dan dibuktikan oleh Inspektorat Makassar. 

Setelah proses pemeriksaan selesai, dan diketahui jenis pelanggarannya berat, sedang, atau ringan, barulah akan diberi sanksi sesuai yang dilakukan. 

Munandar masih enggan membeberkan tiga lurah yang saat ini sedang dalam proses pemeriksaan. Alasannya, masih sementara pembuktian. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang bersangkutan juga masih diolah. 

"Yang sedang on proses, sedang diolah pembuktiannya. Kalau terbukti, akan dicopot juga. Belum bisa diinformasikan. Jadi ada tiga yang sementara berproses LHP-nya dan kita perlu olah kembali. Tapi yang resmi baru Lurah Pandang," jelas Munandar. 

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang dikonfirmasi membenarkan hal itu. Menurutnya, Nawir tidak hanya menghinanya di medsos, ia juga disinyalir bekerja sama dengan RT/RW, termasuk LPM-nya menolak kebijakan dan program yang saat ini tengah dijalankan.

Khususnya terkait Makassar Recover. Nawir juga memprovokasi anggota DPRD Makassar. 

"Dalam BAP-nya, saat diperiksa Inspektorat, yang bersangkutan mengakui perbuatannya," bebernya. 

Danny mengaku apa yang dilakukan Nawir merupakan bukti hancurnya birokrasi. Itulah salah satu alasan kenapa dia memutuskan untuk mutasi besar-besaran di tingkat lurah dan camat, serta re-setting RT/RW.

"Jadi bisa kita lihat, betapa bobroknya pemerintahan sekarang. Secara terang-terangan di media sosial, seorang lurah melakukan penghinaan kepada wali kota," sebutnya. 

Sebelumnya, ia sempat dimintai pertimbangan soal masalah ini. Apakah akan membawanya ke ranah hukum, atau cukup dijatuhi sanksi ASN. 

"Jadi kalau dipecat dari jabatannya, oke. Kalau dilapor ke polisi, nanti kita pikirkan dulu konsekuensi hukumnya," jelas Danny.

Penulis : Redaksi

Editor : Al Amin

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Kabar Serupa :
Sponsor
Prokes Ketat, Danny Pomanto Harap Tak Ada Cluster Lebaran
Warga Bukit Baruga Antang Salat Ied di Halaman Rumah
Kabar Makassar

Warga Bukit Baruga Antang Salat Ied di Halaman Rumah

13.05.2021 - 07:07
Sponsor
 Danny Groundbreaking Masjid Al Ansar dan Pesantren Amalia
RS Labuang Baji Kini Zero Pasien Covid-19
Kabar Makassar

RS Labuang Baji Kini Zero Pasien Covid-19

09.05.2021 - 22:04
Pelindo
Pemkab Jeneponto
Bank Sulsel Bar