Perusda
Bank SUlsel Bar

Pelaku Usaha Minol Makassar Banyak Tanpa Izin

on 16/4/18 Oleh Lina Budi Astuti
Pelaku Usaha Minol Makassar Banyak Tanpa Izin
Suasana Sosialisasi Regulasi Pelanggaran Perdagangan Alkohol.

KabarMakassar.com, Makassar-- Dinas Perdagangan Kota Makassar menggelar Sosialisasi Regulasi Pelanggaran Perdagangan khusus nya pelanggaran perdagangan pada minuman beralkohol digelar di Hotel Prima Makassar , Senin 16 April 2018.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel dan Kepala Cabang Kejaksaan Pelabuhan.

Peserta adalah para distributor dan pelaku usaha minuman beralkohol. Dinas Perdagangan bidang pengawasan pertama kali menggelar kegiatan sosialisasi khusus ke penindakan minuman beralkohol. 

"Sosialisasi hari ini, bidang pengawasan perindustrian adalah dinas kami di disdag yang baru kali ini melaksanakan kegiatan pengawasan," ujar Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Disperindag Kota Makassar, Syahruddin.

Di lapangan ditemukan masih banyak perbedaan persepsi pelaku pedangangan . Khususnya terkait perizinan penjualan minuman beralkohol. 

"Kita harus memberi pengetahuan yang sama kepada pemilik usaha minuman  beralkohol, karena para pelaku usaha sebenarnya memiliki pengetahuan penjualan minuman beralkohol tetapi berbeda dalam penafsiran" tambahnya.

Terangnya, masih banyak ditemukan para pelaku usaha yang masih tidak memiliki izin menjual minuman keras. Dengan diadakannya sosialisasi ini diharapkan diketahui penyebab pelanggaran yang dilakukan para pelaku usaha. Perubahan sistem perizinan yang dulunya SIUP MB  ke  PTSP juga belum diketahui oleh para pelaku usaha minuman beralkohol.

"Penjualan minuman beralkohol yang tidak memiliki perizinan kita mau tahu dari awal memang dia mau melanggar atau bagaimana 
Setelah kita telusuri mereka mau bikin izin tapi sistem membuat perizinan saat ini bagaimna, karena sekarang tentang perizinan itu sudah berubah.  Yang dulunya dinas perdagangan sekarang sudah di PTSP,"  katanya

Hal ini menyebabkan beredarnya penjualan minuman beralkohol secara ilegal yang tidak dapat didata dari dinas perdagangan.

"Ketidaktahuan merekalah yang menjadi penyebab dibawah itu dalam pengawasan kacau," tutupnya