PDAM Makassar

Wacana Impor Beras, Harga Beras di Pinrang Tak Berpengaruh

Bank Sulsel Bar
Wacana Impor Beras, Harga Beras di Pinrang Tak Berpengaruh
Beras Impor (ilustrasi)

KabarMakassar.com -- Rencana Pemerintah Pusat membuka keran impor beras di tengah panen raya menuai polemik. Kebijakan itu dinilai dapat mempengaruhi harga beras dalam negeri. Untuk Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan harga beras diprediksi tidak terlalu berpengaruh signifikan. 

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pinrang, Andi Tjalo Kerrang. Ia mengatakan dipastikan harga beras tidak terlalu berpengaruh wacana inpor beras, pasalnya di Kabupaten Pinrang tengah berlangsung panen raya di sejumlah daerah.

"Impor  beras secara nyata mempengaruhi harga beras, akan tetapi tidak terlalu signifikan dirasakan sampai di Pinrang" kata Andi Tjalo, Rabu (24/3).

Tjalo menambahkan beras asak Kabupaten Pinrang memiliki keunggulan yakni produksi yang stabil dan kualitasnya baik. Sehingga memiliki pangsa pasar tersendiri. 

"Beras Pinrang yang bisa diterima di semua daerah di Indonesia, karena dari segi kualitas cukup baik," ungkapnya. 

Sementara itu, informasi yang dihimpun KabarMakassar saat ini sejumlah wilayah sudah memasuki musim penen. 

Harga gabah sendiri ditingkat petani berkisaran sekitar Rp 4.700 per kilo gramnya. Harga tersebut musih dianggap wajar, meski diatas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Besaran HPP yang ditetapkan dalam peraturan menteri perdagangan (Permendag) nomor 24 tahun 2020 yaitu untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 4.200 per kilo gram dan di tingkat penggilingan sebesar Rp 4.250 per kilo gram, sementara gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan dengan harga Rp 5.250 per kilo gram dan di gudang Bulog sebesar Rp 5.300 per kilo gram, serta beras di gudang Perum Bulog Rp 8.300 per koli.

Penulis : Rudi Hartono

Editor : Fritz Wongkar

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Pelindo
Bank Sulsel Bar