Kabar Makassar

7 Cara Mengajarkan Anak Beradaptasi di Lingkungan 

  • Rubrik : Gaya Hidup
  • Penulis : Marwah Ismail
  • Terbit : 1 pekan, 5 hari lalu
7 Cara Mengajarkan Anak Beradaptasi di Lingkungan 
(Sumber foto: Int)

KabarMakassar.com-- Setiap anak membutuhkan bantuan untuk dapat beradaptasi di lingkungan sekitarnya, juga sekaligus agar ia mampu menghadapi dunianya. Dari beradaptasi, akan ada dua sikap yang tercipta, yakni positif dan negatif.

Sikap positif tidak memerlukan kenaifan Pollyanna atau represi perasaan. Sebaliknya, melibatkan realistis menilai sisi positif dan negatif dari perubahan yang akan datang. Di sisi positif, perubahan adalah kesempatan untuk memperluas pengalaman seseorang. 

Hal ini, memperbaharui meningkatkan kehidupan, dan penting untuk kesejahteraan. Di sisi lain, ketika perubahan menjadi hal negatif, itu berarti secara aktif pengolahan perasaan. Dan ketika perubahan menyajikan hambatan, itu berarti bersikap proaktif dan yakin bahwa salah satu dapat mempengaruhi nasibnya menjadi lebih baik. 

Berikut ini menurut psychcentral.com adalah beberapa strategi yang dapat digunakan orangtua untuk menumbuhkan sikap seperti itu pada anak-anak. 

1. Sebanyak kita mencoba untuk membuat hidup anak-anak kita aman dan dapat diprediksi mereka akan mengalami perubahan dari waktu ke waktu, kadang-kadang perubahan dramatis. Sebagai orang tua, kita bisa menggunakan pengalaman ini sebagai kesempatan untuk secara aktif mengajar anak-anak kita bagaimana menjadi beradaptasi. 

Langkah pertama adalah dengan mengamati anak selama periode waktu. Perhatikan bagaimana anak Anda bereaksi terhadap prospek perubahan. Pola-pola dan sikap dapat membawa ke dewasa. Tujuannya adalah untuk mengubah pola negatif dan sikap sekarang sebelum mereka menjadi berakar. 

2. Ketika anak dihadapkan dengan situasi baru atau perubahan Berbicara tentang perasaannya. Kadang-kadang ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Tergantung pada usia, temperamen dan latar belakang anak, ia mungkin tidak dapat mendiskusikan perasaannya secara langsung. Jika seorang anak memiliki kesulitan mengartikulasikan apa yang dirasakannya, pendekatan tidak langsung. 

Mungkin membawa contoh paralel dari kehidupan Anda sendiri dan mendiskusikan bagaimana Anda merasakan pada saat itu. Dengan anak yang lebih muda, akan sangat membantu untuk menggunakan buku gambar di mana karakter utama melewati pengalaman yang sama. 

3. Biarkan anak Anda untuk berduka atas perubahan telah membawa dalam hidupnya Mengakui kesalahan nyata dan menghiburnya di kesedihannya. 

Jika seorang anak tidak diizinkan untuk mengekspresikan kesedihannya, dapat meningkatkan kecemasan dan mungkin menyebabkan depresi. 

4. Temukan gambar di kepala anak Anda Perasaan seorang anak tentang perubahan yang akan datang secara langsung berkorelasi dengan pemahamannya tentang apa yang terjadi. 

Jika anak mengatakan pada dirinya bahwa ia akan pindah ke lingkungan baru, dan akan dijauhi oleh anak-anak tetangga, masuk akal bahwa ia merasa sedih dan takut. Minta anak Anda secara khusus apa yang ia pikirkan masa depan akan terus setelah perubahan terjadi.

5. Pada saat yang tepat Minta anak untuk mencoba untuk membayangkan hasil yang positif. Mendorongnya untuk memikirkan semua kemungkinan yang indah bahwa perubahan mungkin terbawa. 

Latihan ini mengajarkan anak untuk berpikir optimis. Sekali lagi, setelah cukup pengulangan, anak mungkin mengadopsi teknik ini sendiri.


Pemprov