Gara-gara Tampar Kepala Dinas, JRM Ditahan Kejari Makale

Sumber: KabarToraja.com

Gara-gara Tampar Kepala Dinas, JRM Ditahan Kejari Makale

KabarMakassar.com -- Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Jhon Rende Mangontan (JRM) ditahan Kejakasaan Negeri (Kejari) Makale. Hal tersebut dibenarkan Jaksa penuntut (JPU) yang juga Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Makale, Ringgi Sarungallo. Rabu 25 April 2018.

Ringgi Sarungallo mengatakan jika JRM saat ini sudah diamankan dan berada di Lapas Kelas 2B. Ia juga menjelaskan jika JRM saat ini bukan penangkapan namun statusnya saat ini masuk tahap dua, penyerahan tersangka dan barang bukti dari Kepolisian dalam hal ini Polres Tana Toraja ke Kejaksaan setelah P21. 

JRM diancam hukuman dua tahun delapan bulan atas kasus penganiayaan terhadap Kepala Dinas PU Papua, Djuli Mambaya pada November 2017 lalu. Dimana pada hari Senin, 25 September 2017 Djuli melaporkan kasus penamparan dirinya yang dilakukan oleh JRM saat menghadiri pentahbisan gereja di Malakiri, Toraja Utara. Keduanya bertemu dan sempat cekcok dan JRM menampar Djuli Mambaya.

"Jadi saat ini JRM sementara kami tahan, dan sudah berada di Lapas Kelas 2B"kata Jaksa Ringgi Sarungallo kepada KabarToraja.com

Lebih lanjut Jaksa Ringgi mengatakan jika tahap dua peyerahan tersangka JRM dan barang bukti dari kepolisian ke kejaksaan setelah P21. Dan polisi membawa tersangka kesini dan kami naikkan statusnya sebagai terdakwa dan disini dengan surat perintah Kajari, kami melakukan penahanan dengan alasan itu adalah wewenang jaksa. 

Dan kalau di polisi itu wewenang polisi mau di tahan atau tidak. Begitu pula di Kejaksaan mau di tahan atau tidak kerena itu wewenang mereka. Sementara itu sama juga nanti kalau di limpahkan di Pengadilan mau di tahan atau tidak itu wewenangnya Hakim"jelas Jaksa Penuntut Ringgi Sarungallo.

Ringgi menambahkan bahwa JRM sangat konfreatif pasalnya, waktu dilakukan penahanan tidak ada perlawanan dari yang bersangkutan. "JRM kooperatif saat kami mau melakukan penahanan"kata Ringgi.

"Saya laki-laki saya harus bertanggungjawab" kata JRM kepada Ringgi.

Jaksa muda tersebut menambahkan bahwa Kajari juga mengapresiasi JRM terkait dengan koorperatifnya dan taat pada aturan hukum.

"Kami juga segera melimpakan ke Pengadilan supaya sidangnya cepat selesai. Dan hari ini kami langsung limpakan ke Pengadilan"tambahnuya. 

Untuk diketahui jika JRM ini melanggar pasal 351 undang-undang kitab pidana KUHP. Dimana dalam hukuman tersebut dikatakan jika ada seseorang yang mengalami pemukulan dengan luka memar biru akibat pemukulan, maka perbuatan pemukulan itu tergolong sebagai penganiayaan. 

Penulis :

Editor :