PDAM Makassar

Kasus Bunuh Diri Tinggi di Toraja, Ini Pemicunya

Bank Sulsel Bar
Kasus Bunuh Diri Tinggi di Toraja, Ini Pemicunya
Psikiater, Pdt. Yonan Thadius MA

KabarMakassar.com --  Kasus Bunuh diri di Toraja menjadi permasalahan yang paling menonjol dan banyak diberitahan selama tahun 2020 hingga 2021. Berdasarkan data dari pihak Kepolisian, tahun 2020 sebanyak 30 kasus bunuh diri terjadi di Toraja. Dimana ada 16 kasus bunuh diri yang terjadi di wilayah Toraja Utara dan 14 kasus terjadi di Tana Toraja.

Psikiater, Pdt. Yonan Thadius MA, mengungkapkan tingginya kasus bunuh diri ini dipengaruhi predisposing factor baik itu faktor internal korban maupun faktor eksternal.

"Pada umumnya faktor pencetus itu ada dua yaitu ada yang depresi ada yang merasa kurang dicintai kurang dikasihi oleh orang tua," ungkapnya saat menjadi narasumber di kanal Upi Show yang tayang, Rabu, (3/3).

Ia menambahkan kasus bunuh diri bukan hanya terjadi pada remaja tetapi juga ada beberapa kasus terjadi pada orang dengan usia lanjut.

"Memang kasus ini lintas usia. Yang terjadi di Toraja ini di dua Kabupaten nah yang depresi itu ada yang memang usia lanjut yang memang sudah sekian lama sakit, frustasi dengan sakitnya lantas berfikir bahwa inilah solusi untuk mengakhiri hidup. Nah yang kawula muda ini memang paling banyak faktor pencetusnya itu selain karena beban-beban kehidupan juga karena ada tekanan tidak siap menghadapi realita yang sulit misalnya diputus pacar, misalnya ada beban-beban ekonomi dan lain-lain," jelasnya.

Ia menuturkan peran keluarga sangat dibutuhkan dalam mencegah terjadinya tindakan-tindakan tersebut. Namun, harus diketahui juga bahwa tak sedikit kasus bunuh diri yang juga dipengaruhi oleh faktor keluarga.

"Sebenarnya kalau kita melihat bunuh diri itu adalah manifestasi disfungsi keluarga. Nah disfungsi keluarga ini adalah satu kondisi dimana orang tua itu tidak mampu atau tidak siap memenuhi kebutuhan primer anaknya sehingga anak itu bertumbuh menjadi pribadi yang rapuh. Nah karena rapuhnya mereka ini mereka tidak punya modal untuk menghadapi predisposing faktor itu," terangnya.

Pdt. Yonan Thadius MA yang juga merupakan seorang gembala di Gereja Toraja ini menjelaskan untuk mencegah terjadinya kejadian serupa, dibutuhkan kerjasama antara pihak baik keluarga, Gereja, dan pemerintah dalam menangani hal tersebut.

"Saya mengajak kepada orang tua, bagaimana kita membangun relasi dengan anak. persembahan terbaik kita kepada Tuhan adalah relasi kita dengan keluarga. Firman Tuhan berkata di dalam Masmur: 133 'Jikalau kita hidup rukun ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat dan kehidupan'," pungkasnya.

Penulis : Redaksi

Editor : Herlin Sadid

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Kabar Serupa :
Pelindo
Bank Sulsel Bar