Perusda
Perusda

Walau Mengalahkan Brazil, Burake Belum Ramah Pengunjung

Terbit 10/4/18 Oleh Muhammad Fajar Nur
Walau Mengalahkan Brazil, Burake Belum Ramah Pengunjung
Patung Yesus Kristus Buntu Burake.(Ist)

KabarMakassar.com -- Sebanyak 100 siswa SMA Negeri 1 Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melakukan kunjungan wisata ke Daerah Wisata Buntu Burake guna menikmati pemandangan pada Selasa, 20 April 2018.

Salah satu siswa yang di Temui di lokasi, Ana menyatakan kekagumannya akan objek wisata Toraja yang terletak di Kabupaten Tana Toraja ini.

"Awalnya hanya lihat di media sosial Facebook, pas hari libur kebetulan Guru kami ajak untuk berlibur kesini sekaligus untuk melakukan penelitian," ungkap perempuan berusia 16 tahun itu kepada reporter KabarToraja.com.

Ana mengakui pemandangan yang disuguhkan Burake cukup indah, sayangnya keindahan ini tidak berbanding lurus dengan pelayanan sanitasi yang tersedia di sekitar objek wisaya.

"Jujur yang menjadi keluhan kami masalah toiletnya. Harapan kami agar pemerintah setempat segera menyiapkan fasitas pengunjung seperti toilet bersih supaya pengunjung juga betah datang disini," keluh Ana saat disuguhkan pertanyaan terkait kekurangan dalam kunjungan wisata Burake.

Ana bersama rombongan SMA Negeri 1 Wonomulyo sebelumnya telah berkunjung ke Ke'te Kesu dan Londa. Ana menjelaskan dari sekian banyaknya obyek wisata yang dikunjungi selama kegiatan study tournya, hanya Buntu Burake yang memiliki keindahan tersendiri terutama dalam menyediakan pemandangan indah untuk media sosial.

"Selama kami kunjunga di Toraja selama tiga hari, Buntu Burake paling mengesankan karena kami puas selfie dengan rekan kami disini. 

Setelah kembali ke Wonomulyo kami akan ceritakan  apa yang kami alami dan nikmati disini," ungkap Ana dengan mata berbinar.

Diwawancarai pada waktu yang sama, Riskayani yang juga merupakan salah satu siswa SMA Negeri 1 Wonomulyo menjelaskan kekagumannya akan tempat wisata religi yang dimiliki Kabupaten Tana Toraja ini.

"Sangat terkesan, kunjungan kami di Burake memang mengesankan," kata Riskayani.

Dibalik banyaknya harapan akan pelayanan sanitasi yang bersih di objek wisata Kabupaten Tana Toraja. Buntu Burake sebagai objek wisata favorit memang didesak akan perbaikkan dan perawatan yang maksimal guna menyediakan kenyamanan bagi pengunjung. Pasalnya, ketika perayaan Natal dan libur tahun baru tiba, Buntu Burake yang menjadi destinasi favorit yang dikunjungi.

Destinasi yang terletak sekitar 4 kilometer dari pusat kota Makale itu bahkan menjadi salah satu destinasi favorit turis hingga mancanegara dilihat dari banyaknya kunjungan Warga Negara Asing (WNA) yang datang untuk menikmati pemandangan diatas puncak gunung bersama patung Yesus Kristus.

Patung Yesus Kristus setinggi 40 meter dan menghadapi Kota Makale yang berdiri kokoh dikabarkan mengalahkan tinggi patung Yesus Kristus Penebus di Rio de Janeiro, Brasil jika dihitung dari permukaan laut.

Perlu Diketahui, Patung Yesus Kristus milik brazil yang terletak di puncak Gunung Corcovado di Taman Nasional Hutan Tijuca lebih pendek 2 meter dengan tinggi 38 meter dibanding Patung Yesus Kristus Milik Tana Toraja yang menghabiskan dana pembangunan patung sekitar Rp 30 miliar. 

Sayangnya, kebanggaan ini tidak dapat bertahan lama sebelum perbaikan sanitasi yaitu penyediaan toiler bersih yang telah menghabiskan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) sebanyak Rp 1 Miliar lebih. Kekurangan ini juga ditambah belum selesainya pembangunan jembatan kaca yang sudah lama dinantikan pengunjung yang dikabarkan menghabiskan anggaran sekitar Rp 3.9 Miliar yang berasal dari Dinas Permukiman dan Tata Ruang Tana Toraja.

"Dibalik dari indahnya Buntu Burake, belum berfungsinya juga jembatan kaca sangat kami sayangkan. 

Padahal kami ingin menikmati pengalaman adrenalin di jembatan itu," pungkas Ana.