Ratusan Pedagang Korban Kebakaran Mengeluh Belum Dapat Bantuan

Bank Sulsel Bar
 Ratusan Pedagang Korban Kebakaran Mengeluh Belum Dapat Bantuan
Kadis Perindag M.Jafar diruang kerjanya. (Foto : NASRULLAH)

KabarMakassar.com -- Ratusan pedagang korban kebakaran pasar Karisa, Kabupaten Jeneponto pada 2020 silam, hingga kini belum tersentuh dana bantuan sosial dari dinas terkait. 

Dari 449 los yang terdaftar sebagai korban kebakaran, hanya 204 los saja yang mendapatkan dana bantuan sosial, 245 lainnya gigit jari.

Bahkan dari data yang dipaparkan oleh Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Jeneponto itu belum meng-cover keseluruhan pedagang emperan. Jika mereka juga ikut dihitung, maka jumlahnya mencapai ribuan pedagang, karena jumlahnya mencapai 700 lebih pedagang.

Hal inilah yang dikeluhkan Mila ( 28 ), seorang pedagang yang turut menjadi korban lapaknya terbakar. Ia mengatakan, selama pasca kebakaran ia belum menerima bantuan dari pemerintah.

"Hingga saat ini bantuan pemerintah yang mereka janjikan belum ada realisasi dan sebagian besar belum ada yang dapat, termasuk ia sendiri,"ungkapnya saat dikonfirmasi, kamis(04/02).

Pedagang baju ini menuturkan jumlah pedagang yang berjualan di pasar karisa pasca kebakaran hanya yang terdata saja  yang dicairkan. 

Namun ia pun demikian sudah mengusulkan akan tetapi hingga saat belum ada titik terangnya. "Pencairan dana bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah daerah belum juga sampai ke tangannya padahal   ia sudah bermohon untuk mendapatkan bantuan tersebut," terangnya.

Mila menambahkan saat pasca kebakaran pasar karisa, pemerintah hanya mendata pedagang yang berjualan di area dalam.

"Petugas pendataan saat itu hanya mendata para pedagang yang berjualan di dalam, bukan pedagang yang berjualan di luar, padahal ia juga korban kebakaran," akunya.

Solusi akhir yang ditempuh Pemerintah Daerah (Pemda) Jeneponto yakni melakukan relokasi tempat dari pasar Karisa ke area jalan lingkar. 

Namun solusi itu masih bersifat wacana saja, pasalnya banyak pedagang yang menolak dengan alasan lokasinya jauh.

Disperindag Jeneponto, M Jafar pun membenarkan hal itu, bahkan kata dia saat ini sudah ada penambahan penerima bantuan lagi, "adapun penambahan sekitar kurang lebih 200 pedagang baru  yang tak memiliki lapak resmi namun ikut menempati dan berjualan di trotoar kompleks Pasar karisa yang terbakar," tutur Jafar, (4/2).

Sebelumnya diberitakan jika sebagian anggaran dana bantuan sosial 2020 untuk korban kebakaran menjadi SILPA lantaran para pedagang tidak memenuhi syarat kelengkapan berkas administrasi yang dibutuhkan pemda.

Jafar beralasan data kependudukan sebagian besar pedagang itu tidak sinkron di Bank BPD miliknya.

"Dari total 449 pedagang hanya 204 jumlah pedagang yang sudah mendapatkan bantuan, 245 lainnya tidak dapat, akibat data yang tidak sesuai," ungkapnya.

M. Jafar menegaskan pemerintah daerah  mengucurkan dana bantuan sebesar 
Rp. 500 juta.  Namun anggaran yang terpakai hanya berjumlah Rp. 223.900.200,- juta.

"Dari total anggaran Rp. 500 juta, yang terhitung terpakai sebanyak Rp. 276.099.800 juta, sehingga sisanya kita pengembalian sebanyak 223.900.200,- juta," jelasnya.

Penulis : Nasrullah Patha

Editor : Al Amin

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pertamina
Bank Sulsel Bar