PDAM Makassar

Pulau Lantigiang Dijual, Pembeli: Saya Beli Lahan Bukan Pulau

Bank Sulsel Bar
Pulau Lantigiang Dijual, Pembeli: Saya Beli Lahan Bukan Pulau
Pulau Lantigiang Tampak dari atas. IST.

KabarMakassar.com -- Publik dihebohkan adanya aktifitas jual beli pulau di Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar,  bernama Pulau Lantigiang.

Adalah Asdianti Baso, sebagai pengusaha yang disebut-sebut sebagai pembeli pulau tersebut. 

Menanggapi pemberitaan tersebut Asdianti Baso pun angkat bicara, dirinya mengklarifikasi bahwa pada dasarnya ia tidak membeli pulau Lantigiang secara penuh, melainkan hanya membeli sebidang lahan yang diketahui lahan itu milik Syamsul Alam.

"Saya selaku pembeli lahan kebun yang terletak di Pulau Lantigiang. Membenarkan memang saya membeli tanah  tapi bukan pulau dan tujuan saya adalah untuk membangun Water Bungalows di tempat kelahiran saya yaitu Selayar. Mengenai berita yang sekarang lagi on the news today and everywhere, tolong dicatat," Jelas Asdianti.

Jauh sebelumnya pulau Lantigiang memang telah dijadikan lahan kebun pohon kelapa oleh pak Syamsul yang pekerjaan sehari-harinya adalah  nelayan.

"Balai Takabonerate Ke Selayar pada tahun 1993. Sebelum TN pulau tersebut sudah dijadikan lahan kebun kelapa milik pak Syamsul Alam. Yang kerjanya adalah nelayan, beserta keluarganya. Sampai sekarangpun bekas pohon kelapanya masih ada di Lantigiang, dan seluruh masyarakat yang ada di pulau Jinato dan pulau lainnya tau yang bercocok tanam dan berkebun itu dulu keluarga pak Syamsul," tambahnya.

Sementara untuk masalah perizinan, saat ini kata dia telah diterbitkan atas nama PT Selayar Mandiri Utama yang merupakan perusahaannya sendiri.

"Saya menghargai hak masyarakat yang ada sebelumnya. Meskipun izin Lokasi dan izin pertimbangan teknis serta izin yang lainnya  sudah terbit atas nama PT Selayar Mandiri Utama, yaitu perusahaan saya sendiri dan kita harus  menghargai hak pak Syamsul," tambahnya.

Dibelinya lahan itu di pulau Lantigiang juga sesuai saran yang diberikan oleh pihak Balai Taka Bonerate yang telah ia diskusinya sebelumnya dengan pihak Balai dan pihak Balai menyarankan untuk membangun di beberapa lokasi salah satunya adalah pulau Lantigiang.

"Sebelum saya membeli lahan saya sudah pernah ke Balai Taman Nasional Taka Bonerate di tahun 2017 untuk berkonsultasi dengan pihak Balai sendiri dan menyarankan untuk membangun pada Zona pemanfaatan , karena di dalam kawasan terdapat zona-zona yang berbeda. Zona Inti yang tidak bisa di bangun sama sekali.Karena pihak balai waktu itu menyarankan Lantigiang , pulau Belang-Belang dan pulau lain tapi saya tertarik hanya Lantigiang dan Latondu Besar," tutupnya.

Diketahui luas keseluruhan pulau Lantigiang sekitar 10 hektar, Asdianti membeli lahan dengan harga Rp. 900 Juta setelah menyerahkan DP Rp 10 Juta terlebih dahulu.

Terpisah gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah pun angkat bicara, dirinya menegaskan jika tidak ada penjualan pulau seperti yang diberitakan di Selayar.

"Terkait adanya pemberitaan mengenai adanya penjualan pulau di Kabupaten Kepulauan Selayar, pagi tadi saya bersama Bupati Selayar Basli Ali serta dari Balai Taman Nasional Taka Bonerate memantau dan mengecek langsung lewat udara. Saya memastikan bahwa Pulau Lantigiang tersebut tidak dapat dijual karena masuk dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate yang merupakan kawasan strategis yang tentu kita lindungi keberadaannya," papar Nurdin. 

"Kasus ini juga telah ditangani oleh pihak kepolisian dan pihak-pihak terkait akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Dari pantauan udara, kami melihat pulau tersebut memang tidak begitu besar namun memiliki atol yang sangat cantik, pulau ini pun masih alami, tidak ada pohon kelapa seperti yang diberitakan," Sambungnya.

Penulis : Sulistiawati

Editor : Al Amin

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Pelindo
Bank Sulsel Bar