Longgarkan Jam Malam, IDI Makassar Sesalkan Kebijakan Pemkot

Bank Sulsel Bar
Longgarkan Jam Malam, IDI Makassar Sesalkan Kebijakan Pemkot
Dewan Pertimbangan IDI Kota Makassar, Prof dr Idrus Andi Paturusi (Foto: Int)

KabarMakassar.com -- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar menyesalkan kebijakan Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar yang memberikan kelonggaran aktivitas masyarakat di tengah terus meningkatnya angka positif Covid-19.

Dewan Pertimbangan IDI Kota Makassar, Prof dr Idrus Andi Paturusi, sangat menyesalkan keputusan Pj Wali Kota Makassar yang memberikan kelonggaran beraktivitas di tengah meningkatnya kasus Covid-19.

“Apa yang diambil Pj Wali Kota Makassar sangat kontra dengan kondisi di lapangan. Di tengah peningkatan pasien positif Covid-19 justru memberikan kelonggaran beraktivitas,” ucapnya, Selasa (12/01).

Ia menjelaskan, sejak awal tahun 2021, peningkatan positif Covid-19 terus terjadi dengan Makassar sebagai episentrumnya. Hal ini, seharusnya menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. 

Sebab, lanjutnya, merujuk data terkait tertular virus Covid-19 di Sulsel, yaitu 1 Januari 2021 sebanyak 550 kasus, 2 Januari 2021 berjumlah 590 kasus, 3 Januari 2021 dengan 595 kasus, 4 Januari 2021 510 kasus, 5 Januari 2021 639 kasus, 6 Januari 2021 463 kasus, 7 Januari 2021 366, 8 Januari 2021 588, 9 Januari 2021 580, 10 Januari 2021 585, dan 11 Januari 2021 sebanyak 616.

“Kita melihat data, baik peningkatan kasus baru maupun kematian dan penggunaan Rumah Sakit, maka agak membingungkan isi surat edaran wali kota di atas. Kemarin 1 lagi dokter wafat,” jelasnya. 

Prof Idrus mengungkapkan, Minggu lalu 3 Professor di Makassar wafat. RS dan Hotel isolasi mandiri penuh, IDI sudah mengingatkan, tapi hasilnya seperti ini. 

"Yang ditakutkan kalau dokter bersama nakes sudah berjatuhan maka pelayanan bisa lumpuh, Kebijakan Pj Wali Kota Makassar ini, juga sangat bertentangan dengan imbauan IDI untuk senantiasa tidak menganggap remeh pandemi Covid-19," tegasnya.

Sementara, Humas IDI Kota Makassar dr Wachyudi Muchsin menerangkan, keputusan Pelonggaran pembatasan aktifitas malam Pemkot Makassar pertanda ketidak pekaan kondisi dokter dan nakes serta kondisi saat ini tingginya Covid-19 di Sulawesi selatan.

“Belum lagi, di Kota Makassar sebagai episentrum sungguh sangat disayangkan disaat angka meninggi malah buat aturan baru aktivitas usaha diperpanjang sampai pukul 22.00 WITA. Sebelumnya, hanya hingga pukul 19.00 WITA,” ucapnya.

Tidak hanya memperpanjang jam operasional pelaku usaha, Pemkot Makassar tidak lagi menutup tempat wisata ataupun fasilitas umum. Semuanya sudah bisa dibuka dan hanya boleh beroperasi hingga pukul 22.00 WITA.

“Menghidupkan sektor usaha tidak disalahkan tapi panglima tertinggi adalah kesehatan di tengah suasana pandemik Covid-19,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, sesuai Surat Edaran Wali Kota Makassar Nomor: 448.01/11/S.Edar/Kesbangpol/I/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Makassar.

“Fasilitas umum, operasional mall, cafe, restoran, rumah makan, warkop, game center, dan kegiatan berkumpul hanya sampai jam 22.00 WITA mulai 12 Januari hingga 26 Januari 2021,” tulis Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, dalam SE-nya.

Penulis : Iqra

Editor : Herlin Sadid

Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Kabar Serupa :
Sponsor
526 SK CPNS Diserahkan PJ Wali Kota Makassar
Kabar Makassar

526 SK CPNS Diserahkan PJ Wali Kota Makassar

22.01.2021 - 17:39
Sponsor
BPBD Makassar Turunkan 21 Personel dan Logistik ke Sulbar
Pemkab Bulukumba
Pertamina
Bank Sulsel Bar