Perusda
Bank SUlsel Bar

Tiga Pelajar Di Tana Toraja Tewas Tersambar Petir

Sumber: KabarToraja.com

on 6/4/18 Oleh Fritz Wongkar
Tiga Pelajar Di Tana Toraja Tewas Tersambar Petir
Korban tewas tersambar petir di Tana Toraja dipulangkan ke kampung halamannya

KabarMakassar.com -- Tiga siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) tewas tersambar petir di Lembang (desa) Buakayu, Kecamatan Bonggakaradeng, Tana Toraja. Rabu 4 April 2018. Curah hujan di Tana Toraja membuat sambaran kilat menewaskan tiga pelajar tersebut.

Ketiga pelajar yang menjadi korban sambaran petir tersebut yakni Adelia Oyan Anggalo (15 tahun), Suprianti Ittang (16 tahun), dan Almidayanti Sulo (13 tahun). 

Diketahui jika ketiganya bersepupu (keluarga), Merianti Kamali yang juga tetangga dari korban, menceritakan jika pada pukul 16:00 wita (jam 4 sore) ketiga korban hendak pulang kerumah bersama sepupunya yang juga selamat dari sambaran petir yakni Aril Waldi Paliwanana. 

Lalu mereka berdiri berjejer lima orang di samping pondok untuk meminta kantong plastik tempat menyimpan Handphone (HP) kepada seorang nenek yang ada di dalam pondok tersebut, akan tetapi nenek tersebut menjawab tidak ada, justru nenek tersebut meminta agar menyimpannya di dalam pondok atau tas nenek tersebut.

Belum sempat menyimpan Handphone milik korban dimasukkan ke tas milik nenek itu. Tiba-tiba petir sudah menyambar kelima pelajar tersebut.

"Kami berteduh di pondok, takut hanphone kami basah kami hendak titip di nenek yang ada di pondok tersebut untuk dimasukkan di tasnya, belum sempat kami masukkan ke tas, tiba-tiba kami berlima yang berdiri berjejer tersambar petir"kata Merianti Kamali.

Ia menjelaskan saat dirinya berlima dibawah pondok, ketiga sepupunya sudah jatuh. Sementara dirinya dan temannya terlempar ke kolong pondok tersebut.

"Saya kaget lihat ketiga sepupu saya terjatuh , dan saya terlempar dengan yang disamping saya dibawah pondok. Kami berlima sebelumnya ada berdiri dipinggiran pondok"kata Almidayanti.

Untuk diketahui kolong pondok tersebut hanya 1 meter diatas tanah, ketiganya terhempas usai petir menyambar kelima pelajar tersebut. Tiga diantaranya tewas dan dua korban lainnya mengalami luka bakar di tangan. 

"Beruntung kami dua orang tidak terlalu parah, hanya luka hitam di tangan dan kaki"tangis Merianti Kamali saat ditemui KabarMakassar.com

Sementara itu Kepala Sekolah SMA 7 Tana Toraja, Semuel Tangaran mengatakan rasa duka dan prihati atas kepergian siswinya yang meninggal tragis akibat tersambar petir. Ia merasa kaget saat anak sekolahnya meninggal secara tragis.

"Atas nama keluarga besar SMA 7 Tana Toraja, Turut Berduka Cita dan sangat kehilangan atas anak kami yang sudah dipanggil Tuhan, kami sangat kaget setelah mendengar kalau anak kami Supprianti Ittang meninggal di sambar petir, kami merasakan apa yang dirasakan keluarga, karena kami adalah keluarga dari anak ini, jelas Semuel sambil meneteskan air mata. 

Untuk diektahui pula jika jenazah ketiganya dibawa pulang kekampung halamannya, ketiganya Warga Bena’ Lembang Buakayu, Kecamatan Bonggakaradeng. Dan satu diantaranya dibawa ke kampung halamannya di Dusun Buttu Lemo Kampung Rando, Lembang Makkodo Kecamatan Simbuang Kamis kemarin 5 April 2018 dan dilanjutkan untuk acara penguburan.