Telegram Terancam Dicabut Benarkah?

Telegram Terancam Dicabut Benarkah?

KabarMakassar.com-- Aplikasi pesan instan Telegram kembali bikin gerah Rusia. Keinginan mengusir Telegram kali ini datang dari badan regulasi telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor, yang sudah mengajukan gugatan hukum agar perusahaan itu segera hengkang.

Roskomnadzor berang lantaran permintaan mereka untuk mengakses kunci enkripsi Telegram tak dikabulkan. Permintaan tersebut terkait dengan aksi terorisme yang terungkap memakai aplikasi Telegram dalam perencanaannya.

Namun Telegram menolak memberikan akses tersebut, sehingga Rusia menganggap hal itu sebagai ketidakpatuhan terhadap pemerintah.

Telegram bersikeras memenuhi permintaan tersebut akan menyalahi konstitusi dan bertentangan dengan hukum. Mereka juga berdalih tidak memiliki akses kunci enkripsi yang dimaksud oleh Roskomnadzor. Selain itu, Telegram menyatakan keberpihakannya terhadap kebebasan berbicara, seperti disebutkan The Register.

Laporan The Times of Moscow menyebutkan badan keamanan federal Rusia (FSB) menemukan ada 29 percobaan serangan di negara itu yang ketahuan memakai Telegram selama 2018 ini.

Dibanding WhatsApp, Telegram memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya adalah memungkinkan obrolan yang memuat hingga 50.000 pengguna. Selain itu, aplikasi ini juga menawarkan obrolan rahasia yang hanya dapat diakses oleh pengguna tertentu. Pada 2017 lalu, Telegram juga pernah tersangkut kasus serupa. Aplikasi pesan instan itu dituduh mendukung tindakan terorisme yang dilakukan oleh ISIS. Namun hal tersebut langsung mendapatkan penanganan dari Telegram. Dengan bantuan pengguna, sebanyak 78 kanal obrolan tentang ISIS dari 12 bahasa berhasil diblokir.

[Nur Fadhilah Sophyan]

 

Penulis :

Editor :