Bank Sulsel Bar

KPU Mamuju Gelar Simulasi Pemungutan Suara di Masa Pandemi

KPU Mamuju Gelar Simulasi Pemungutan Suara di Masa Pandemi
Simulasi Pemungutan Suara di TPS (Foto: Muh Rizaldy)

KabarMakassar.com --  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, melaksanakan simulasi pemungutan suara 9 Desember mendatang, Sabtu (21/11).

Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang mengatakan, karena pemungutan suara yang akan dilakukan pada Desember mendatang berbeda dengan pilkada sebelumnya membuat  petugas KPPS agak kaku dalam pelaksanaannya, sehingga pada simulasi ini dihadiri petugas KPPS yang nantinya akan bertugas pada 9 Desember .

“Seolah-olah simulasi ini yang akan terjadi nanti di 9 Desember. Kalau saat ini di TPS nantinya agak ramai karena memang kami mengundang semua petugas PPK, tapi nantinya pada hari pelaksanaan di 9 Desember, area TPS steril.  Jadi yang boleh masuk di dalam area itu cuma pemilih, petugas KPPS, saksi dan pengawas TPS,” kata Hamdan, Sabtu(21/11).

Hamdan menghimbau kepada petugas KPPS untuk secara berkala melakukan pemberitahuan kepada pemilih ataupun orang-orang yang berada di sekitar TPS, untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan terutama tetap memakai masker, dan menjaga jarak.

“Standar kesehatan itu betul-betul kami perintahkan dalam pelaksanaan pencoblosan di 9 Desember 2020,” imbuhnya.

Jika nantinya ada masyarakat yang tidak mematuhi aturan, maka pihak Kepolisian dan Linmas yang akan melakukan penindakan .

Terkait pengaturan waktu, menurutnya akan disesuaikan dengan jumlah pemilih di TPS. 

“Jadi nanti itu petugas TPS nanti akan menuliskan di pemberitahuan misalkan yang bersangkutan nomor 5 ya mungkin dia waktunya jam 7 sampai dengan jam 8 kemudian itu nanti wewenang petugas KPPS untuk membagi sesuai dengan jumlah dengan waktu yang tersedia,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pemilih yang ikut dalam simulasi tersebut, Muhammad Ilyas mengatakan masih terdapat kekurangan yang harus diperbaiki sehingga pada 9 Desember nanti dapat berjalan dengan baik dan benar.

“Masih ada kebingungan. Di simulasi inikan kita mematuhi protokol kesehatan ada beberapa cela yang tidak di tutupi misalnya penggunaan tinta. Penularan covid-19 kan bisa melalui barang yang di sentuh. Penetesan tinta itu masih dikenakan ke jari,” katanya.

Ia menambahkan pada simulasi ini pemilih usia lanjut tidak dihadirkan, sehingga dengan proses pemilihan yang panjang pada Pilkada tahun ini dianggap akan membingungkan untuk dilakukan oleh pemilih usia lanjut.

“Catatan khusus masih perlu diperketat lagi khususnya protokol kesehatan. Apalagi simulasi ini tidak menggambarkan orang tua yang tidak paham tentang prosedur yang begitu banyak pasti akan kebingungan,” tutupnya. (Muh Rizaldy)

Penulis : Redaksi

Editor : Herlin Sadid

Pemkot Makassar
Pertamina
Tabungan Valas Bank SulselBar