Bank Sulsel Bar

Rumah Baca Solusi Bagi Pelajar Pesisir Ditengah Pandemi Covid-19

Rumah Baca Solusi Bagi Pelajar Pesisir Ditengah Pandemi Covid-19
(Foto: Abdul Kadir)

KabarMakassar.com -- Kehadiran rumah baca di tengah pandemi Covid-19 membuat sebagian warga pesisir utamanya pelajar ditingkat SD mendapatkan kemudahan. Pasalnya adanya pandemi ini membuat kegiatan belajar mengajar harus dilakukan di rumah secara online, Sabtu (17/10).

Rumah Baca yang berada di Dusun Je'ne, Desa Lagaruda Lagaruda, Kecamatan Sanrobobe, Kabupate Takalar ini dibangun atas ide mahasiswa asal Unhas Jurusan Goefisika Fakultas Mipa, Muhammad Yusran. Ia mulai membangun Rumah Baca tersebut sebelum pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. 

Yusran sapaan akrabnya membuat Rumah Baca ini demi mewadahi masyarakat pesisir untuk belajar baik itu dari kalangan pemuda, remaja bahkan dewasa sekalipun. 

"Ini sudah berlangsung selama 6 Bulan, sebenarnya Rumah Baca pesisir ini ingin mewadahi semua masyarakat untuk belajar mulai dari pemuda, remaja bahkan orang dewasa yang mau baca buku. Kita siapkan wadah untuk belajar," kata Yusran saat ditemui wartawan. 

Menurutnya, Rumah Baca ini dibangun bersama beberapa teman mahasiswa-mahasiswinya yang juga dibantu oelh masyarakat sekitar. 

Walaupun memiliki ukuran ruangan yang kecil sekitar 2x3 meter persegi. Rumah Baca pesisir ini dapat menampung peserta didik sebanyak 15 hingga 20 orang pelajar ditingkat SD.

Namun, karena adanya corona virus disease atau Covid-19 kegiatan belajar mengajar dibagi menjadi dua bagian dan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah setempat. 

"Sekitar 15 sampai 20. Sekolahnya kita bagi dalam dua kelompok ada siang dan sore hari karena lokasi yang kecil, dan kita tetap pada protokol kesehatan," ucapnya.

Ia menuturkan di Rumah Baca ini juga memberikan bantuan bagi siswa dan siswi yang kurang paham atas pelajaran yang didapatkan saat belajar secara Daring.

"Disini kami juga mewadahi pelajar yang pelajaran disekolahnya belum tuntas selama belajar online, membantu jika ada tugas yang tidak dimengerti.  Karena siswa disini kesekolah mengambil tugas setelah selesai kemudian dikembalikan ke sekolah lagi," tambahnya. 

Dalam mewadahi masyarakat untuk membaca, Yusran tidak sendiri berbagai relawan mahasiswa lainnya hadir membantu di Rumah Baca tersebut. 

Rumah Baca tersebut dilengkapi dengan berbagai jenis buku, mulai dari buku pembelajaran untuk pelajar, buku bacaan untuk anak-anak, Novel dan Fiksi. 

Selain itu juga buku bacaan untuk masyarakat disediakan Yusran seperti buku bercocok tanam, buka cara mengelola tanaman serta berbagai macam lain yang didapatkan didapatkan dari hasil sumbangan dari kalangan komunitas sosial seperti Sekolah Atirah. 

"Untuk pengajar disini sebagian dari teman Mahasiswa, ada juga masih SMA yang punya rasa kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," sebutnya. 

Konsep kegiatan belajar di Rumah Baca yang dibangun Yusran tidak monoton yakni belajar di kombinasikan dengan Games dan edukasi kepada anak-anak di tingkat SD. 

"Konsepnya kita buat sekreatif mungkin tidak monoton belajar terus. kita kombinasikan dengan Games dan Edukatif, sehingga anak-anak tidak merasa bosan. Dan kamipun bersama teman-teman pengajar lainnya sangat semangat untuk membantu adik belajar," ungkapnya. 

Yusran berharap agar bencana ini segera berakhir dan proses belajar mengajar di sekolah kembali dilakukan. 

"Kami harap pandemi Covid-19 di Kabupaten Takalar berakhir. Anak-anak bisa kembali bersekolah dan kami harapkan setelah pandemi berakhir, mereka (anak-anak Rumah Baca) semua hadir sebagai anak-anak yang punya nilai lebih," pungkasnya.

Penulis : Abdul Kadir

Editor : Herlin Sadid

Pemkot Makassar
Pertamina
Tabungan Valas Bank SulselBar