Bank Sulsel Bar

Aksi Tolak UU Omnibus Law Ricuh, Dua Orang Diamankan

Aksi Tolak UU Omnibus Law Ricuh, Dua Orang Diamankan
(Foto: Iqra)

KabarMakassar.com -- Aksi unjuk rasa tolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang berlangsung di depan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumuharjo, Kamis (8/10) berakhir ricuh.

Berdasarkan pantauan tim Kabarmakassar.com di lapangan, pihak Kepolisian berhasil mengamankan dua orang diduga provokator yang mengakibatkan kericuhan dalam aksi ini. Hal ini diungkapkan oleh Bribda Mustar.

"Kami sudah amankan dua pelaku provokator beserta alat bukti," ungkapnya.

Pasalnya kedua terduga peraku berhasil diamankan di Pos Polantas Mall Nipah Makassar.

"Saya bersama rekan Bribda Ardar Aknar dan 2 dari TNI sudah kami amankan di Pos Polantas mall Nipah," tambahnya.

Adapun barang bukti yang ditemukan yaitu anak panah (busur) dan 2 buah hp android.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua terduga pelaku yang diamankan tersebut berinisial AW (16) warga Abdesir dan IA (16) warga Perintis, Bontoramba. IA mengakui dirinya melempar bom molotov saat aksi namun, ia membantah kepemilikan bom yang digunakannya.

"Iye, saya melempar bom molotov, tapi itu dikasi ka sama temanku." ungkapnya.

Sementara, AW membantah dirinya yang melakukan aksi pembusuran, pasalnya busur yang ditemukan bukan miliknya.

"Saya tidak bawaka busur itu kudapat dekat jembatan, saya lari karna dikejarka sama anak Pampang karna ditunjuk ka." akunya kepada tim KabarMakassar.com.

Keduanya kini dibawa ke Kantor Polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

Penulis : Iqra

Editor : Herlin Sadid

Pemkot Makassar
Pertamina
Tabungan Valas Bank SulselBar