PDAM Makassar

Kearifan Lokal Puisi Makassar Dalam Pentas Opera Bunga Eja

Bank Sulsel Bar
Kearifan Lokal Puisi Makassar Dalam Pentas Opera Bunga Eja

KabarMakassar.com -- Sebuah karya puisi Makassar yang dibuat oleh seorang penulis warga Takalar Hanif Rangga dijadikan dalam bentuk seni panggung pentasan musik dan sandiwara atau disebut Opera. 

Puisi Makassar yang berjudul "Bunga Eja" dipentaskan melalui Opera yang menceritakan tentang kisah pembelajaran moral dan etika seseorang yang dimainkan oleh pemuda-pemudi Kabupaten Takalar dalam Sanggar Seni Ataraxia Kabupaten Takalar dengan judul Opera Bunga Eja. 

Opera Bunga Eja sendiri disutradarai oleh Bang Yus Amin Db. Puisi Bunga Eja menceritakan dimana sosok anak perempuan yang dibesarkan dari sentuhan-sentuhan Kearifan Lokal mulai dari sejak lahir hingga Bunga Eja tumbuh menjadi sosok perempuan yang menjaga dirinya dalam Kerangket adat. 

Didalam Puisi, Bunga Eja adalah sosok wanita dengan nama Sari Bulan Daeng Maccora secara Deskripsi makna Puisi dari Bunga Eja disematkan segala wujud keindahan langit dan bumi,  meski mandiri dan dijunjung tinggi,  perangainya yang serupa ombak samudra,  kecerdasannya yang seluas cakrawala.

Menurut Bang Yus sapaan akrabnya, Puisi Bunga Eja merupakan karya yang sangat filosofis, penuh makna. Sastra yang mengandung unsur semantik yang luar biasa sehingga dirinya tertarik untuk membuatnya dalam bentuk pertunjukan. 

"Kita berharap Opera Bunga Eja bisa memberikan pembelajaran moral atau etika bagaimana seorang anak mampu belajar dari kisah cerita ini. Apalagi untuk kaum milenial saat ini," ungkap Bang Yus saat ditemui KabarMakassar.com, Jumat (25/9).

Dia menilai, melalui pentas ini dapat mengedukasi bahwa Kearifan Lokal dapat mempengaruhi perkembangan psikologis dan karakter seorang anak. 

"Dan saya juga ingin menyampaikan kepada semua orang bahwa tidak semua kearifan lokal itu dinilai negatif. Tapi mari kita mencoba mengedukasi ulang bahwa kearifan lokal sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan psikologis dan karakter seorang anak," ungkapnya. 

Pentas Kesenian Opera Bunga Eja akan digelar pada Sabtu 3 Oktober 2020 mendatang yang dimulai pukul 19.00 hingga selesai. Pentas ini akan digelar di Grand Kalampa Hotel pusat kota Takalar, tepatnya di Jalan Poros Takalar-Jeneponto. 

Berbagai pentas Kesenian tampil dalam acara tersebut, Seperti Tari Ganrang Bulo, Tari Bunga Eja, Perkusi dan Seni Bela diri Makassar yakni Manca dan Silat. 

Opera Bunga Eja akan dimainkan 10 pemuda dan pemudi Kabupaten Takalar. Ketua Sanggar Seni Ataraxia berharap apresiasi masyarakat Takalar khususnya sesama pekerja seni.

"Ini sebuah tantangan sekaligus pembelajaran bagi kami karena berani memulai pertunjukan Opera ini. Apa lagi mengangkat sebuah kearifan lokal. Kami berharap ini bisa diapresiasi oleh masyarakat Kabupaten Takalar khususnya sesama pekerja Seni," ungkapnya. 

Perlu diketahui, dalam Pentas Seni Opera Bunga Eja ini, panitia pelaksana turut mengundang Ketua DPRD Kabupaten Takalar Darwis Sijaya, Bupati Takalar H Syamsari Kitta, Dinas Kebudayaan Kabupaten Takalar termasuk penonton yang akan menyaksikan Opera Bunga Eja dengan harga tiket sebesar 20.000 rupiah. 

Terakhir, Sebagai skenario dan sutradara Opera Bunga Eja Bang Yus berharap Pemerintah Kabupaten Takalar lebih memperhatikan pengembangan budaya Kearifan Lokal, Kesenian  Daerah. 

"Semoga pemerintah bisa lagi lebih memperhatikan pengembangan budaya kearifan lokal dan kesenian daerah Kabupaten Takalar," pungkas Mahasiswa lulusan bahasa & sastra di Unismuh Makassar uji. 

Berikut kutipan Puisi Makassar yang berjudul "Bunga Eja" karya Hanif Rangga warga Takalar yang dipentaskan melalui Opera Bunga Eja. 

Ooh anakku, Saribulang daeng Macora
Pilanngeri baji'mami, pidandang pappasangku

Rigintingannuji antu malolo
Na natujuko mata baule'
Na nadongkokiko pangngai

Punna sallang toako na mannasi'mo tanrasula ri abannu
Namminro kebo'mo uyuq nu
Tana tujuamako mata. 

Tana dingkokiamako pangngai
Punna tatappoko ia ana'
Anjalling kalau' mako ri pa'rasangang anjaya
Ri bori' tau mata.

Penulis : Abdul Kadir

Editor : Herlin Sadid

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Kabar Serupa :
Bissu, Komunitas Budaya Transgender yang Sangat Dimuliakan
Kabar Seni dan Budaya

Bissu, Komunitas Budaya Transgender yang Sangat Dimuliakan

12.02.2021 - 10:14
Intip Keindahan Warisan Tenun Rongkong
Kabar Seni dan Budaya

Intip Keindahan Warisan Tenun Rongkong

16.01.2021 - 15:51
Kolaborasi Zaenal Beta dan Pemain Ukulele Cilik
Kabar Seni dan Budaya

Kolaborasi Zaenal Beta dan Pemain Ukulele Cilik

02.09.2020 - 17:02
Pelindo
Phinisi Point
Bank Sulsel Bar