DPRD Kota Makassar

Tak Ada Fasilitas, Pelajar di Pinrang Belajar Di Kolong Rumah

Tak Ada Fasilitas, Pelajar di Pinrang Belajar Di Kolong Rumah
Suasana Belajar Mengajar di Bawah Kolang Rumah Warga Siswa Lampa Toa (Foto: Rudi Hartono).

KabarMakassar.com -- Belasan Pelajar di Kampung Lampa Toa harus merasakan belajar secara sederhana tanpa fasilitas pendidikan yang memadai. Berdasarkan pantauan tim KabarMakassar.com, proses belajar mengajar berlangsung di bawah kolong rumah warga lantaran kampung ini tidak memiliki fasilitas pendidikan baik itu bangunan sekolah, sarana dan prasarana, serta tak seorangpun yang terlihat mengenakan seragam sekolah.

"Belum ada bangunan sekolah disini, hanya ada kelas jauh dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sipakainge. Itupun belajar dibawa kolong rumah salah seorang warga,” kata Abdi Mas salah seorang penggiat PKBM Sipakainge saat ditemui di lokasi belajar, Selasa (15/9).

Abdi Mas menambahkan  PKBM ini merupakan program kesetaraan paket A atau setara dengan Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah siswa 12 orang siswa. Sedangkan guru yang dimiliki ada 4, dua diantaranya berdomisili di kampung tersebut sementara dua lainya berasal dari ibu kota Kecematan.

“Siswa ada 8, hari ini ada tambahan 4 orang, sementara itu anak-anak PAUD ada 8 orang. Karena kami belum ada sekolah PAUD jadi belajarnaya kami gabungkan yang penting mereka bisa mengenal huruf. Guru yang mengajar bolak balik 2 hingga 3 kali per bulan, karena kondisi jalanan yang rusak, sekarang alhamdulillah sudah bagus, kedepan guru yang mengajar sudah bisa sering naik kesini mengajar,” jelasnya.

Sementara itu salah seorang siswa kelas VI, Iqbal mengaku dirinya tidak pernah mengenakan seragam sekolah selama mengenyam pendidikan pada sekolah kelas jauh yang ada di kampungnya itu.

“Saya minta bantuan Pemerintah Gedung Sekolah, baju sekolah, sepatu, buku,” ujar Iqbal dengan polos.

Terpisah Sekertaris Daerah Kabupaten Pinrang, Budaya Hamid meminta agar perangkat pemerintahan ditingkat Kecematan maupun tingkat Kelurahan aktif melakukan pelaporan terkait kendala yang ada didaerahnya.

“Hal-hal yang menjadi kendala harus dituangkan dalam perencanaan agar bisa terproses, supaya kita bisa melihat dan pila-pila yang mana bisa masuk di dana kelurahannya, agar OPD terkait juga bisa prioritaskan  yang menjadi kebutuhan masyarakat disana,” terang Budaya, Rabu (16/9).

Untuk diketahui, Kampung Lampa Toa merupakan kampung terpencil yang ada di Kelurahan Lampa, Kecematan Duampanua, Kabupaten Pinrang. Kampung ini terletak sekitar 10 KM dari kota kecamatan dengan jumlah penduduk berdasarkan Kartu Keluarga (KK) hanya sekitar 20 hingga 30an kepala keluarga. Daerah dengan fasilitas pendidikan yang memadai terdekat terletak di kota kecamatan sehingga pelajar di kampung ini hanya memperoleh pendidikan pada sekolah kelas jauh dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sipakainge.

Penulis : Rudi Hartono

Editor : Herlin Sadid

Pemkot Makassar
Pertamina
Tabungan Valas Bank SulselBar