PDAM Makassar

Usai Panen Raya Begini Tradisi Mallanca Masyarakat Maros

Bank Sulsel Bar
Usai Panen Raya Begini Tradisi Mallanca Masyarakat Maros
Panen Padi (ilustrasi).

Kabarmakassar.com — Indonesia negara yang unik, karena memiliki ragam suku, adat dan tradisi yang mengandung nilai-nilai luhur didalamnya. Terlepas dari itu adat dan tradisi yang tidak diperkenalkan sejak awal kepada generasi muda justru menjadi hal yang terasa aneh padahal inti dari adat dan tradisi adalah nilai luhur yang terkandung didalamnya.

Kabupaten Maros provinsi sulawesi selatan memiliki tradisi yang tidak biasa, yaitu tradisi Mallanca atau tradisi adu betis. Tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat kecamatan moncongloe kabupaten maros. Tradisi Mallanca merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang diperoleh.

Tradisi ini dilakukan oleh para pria baik tua maupun muda di Maros untuk menunjukan kekuatan kaki mereka dengan cara menendang betis orang lain, kemudian dilakukan secara berkelompok dengan cara membentuk lingkaran besar, tradisi ini dilakukan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 2 orang dan 2 orang menjadi penendang dan 2 orang yang lainnya memasang kuda-kuda agar tidak goyah saat betisnya menerima hantaman dari tim penendang.

Gotong royong dari tradisi akan nampak karena merupakan tradisi akbar maka semua masyarakat bahu membahu menyediakan segala keperluan adat dan membawa gabah padi setelah panen, kaum perempuan biasanya bertugas untuk menyiakan makanan untuk seluruh masyarakat.

Namun sangat disayangkan tradisi unik dari Maros untuk tahun ini tidak nampak, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Maros melalui Kabid Pariwisata Yusriadi Arif mengatakan saat dihubungi pada Kamis (9/7) bahwa untuk tahun ini, sampai saat ini belum ada laporan dari warga sekitar bahwa tradisi ini mereka lakukan lagi saat pesta panen.

“Yang kami tahu ada di daerah Tompobulu, tapi belum ada laporan lagi terkait pelaksanaannya pada saat acara pesta panen” ungkap Yusriadi Arif.

Penulis : Sulistiawati

Editor : Fritz Wongkar

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Pelindo
Bank Sulsel Bar