Konglomerat Indonesia Yang Terjun Dalam Pasar Digital

Pasar Digital

Konglomerat Indonesia Yang Terjun Dalam Pasar Digital

KabarMakassar.com --- Pertumbuhan ekonomi Indonesia diikuti perkekembangan teknologi menjadi salah satu bukti pasar digital merupakan lahan baru bagi para pebisnis Indonesia, tanpa terkecuali konglomerat Indonesia.

Dilansir oleh KataData.co.id. Sejumlah konglomerat Indonesia mulai membidik pasar digital sebagai salah satu sumber pendapatan grup perusahaannya.

Mereka membangun perusahaan ventura yang menginjeksi modalnya di sejumlah start-up teknologi. Berikut beberapa konglomerat Indonesia yang mulai memasuki pasar digital sebagai salah satu sumber pendapatannya.

1. Djarum Group

Siapa yang tidak mengenal Drarum Group, salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yang dimiliki oleh Michael Hartono & R. Budi Hartono ini telah memiliki kekayaan selama 2017 berjumlah Rp 237,6 triliun. Perusahaan Ventura Djaroum Group adalah Global Digital Prima Venture dan Merah Putih Inc. Lini Start-Up yang dimiliki perusahaan ini adalah adalah Opini.id, Dailisocial.id, Beritagar.id, Blibli.com, Kaskus.co.id, Tiket.com, Mindtalk, Historia, Crazymarket.id dan Kumparan.

2. Salim Group

Dimiliki oleh Anthoni Salim dan keluarga, perusahaan dengan total kekayaan Rp 163,7 Triliun ini juga ikut merambah pasar digital melalui Philipphine Long Distance Telephone Company (PLDT) dan Rocket Internet. Lini Start-Up yang digeluti antara lain Zalora.co.id, Lazada.co.id, elevania, Ilotte dan i.sakud

3. Sinar Mas Group

Eka Tjipta Widjaja dan keluarga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan berbisnis di pasar digital. Melalui bendera Sinar Mas Digital Venture dan Ardent Ventures & Capital, Sinar Mas Group mempunyai aCommerce, Happy Fresh, Omise, Female Daily, Gift Card Indonesia (GCI), Cantik.com, Dimo dan Excite. Dalam menjalankan bisnisnya, Sinar Mas Group didukung dengan total kekayaan Rp 142,6 Triliun.

4. Lippo Group

Dibawah bendera Ventura Capital, Perusahaan Lippo Group yang dimiliki oleh Mochtar Riady dan keluarga juga terlibat dengan Start-Up seperti Ruang Guru, Grab, Luno, Kaodim, Bridestory, Ovo, dan Mataharimall.com. Total kekayaan yang dimiliki oleh Lippo Group Rp 27,7 Triliun.

5. Emtek

Mempunyai Start-Up seperti Vidio, Kudo, Liputan6, Bukalapak, Bobobobo.com, Karir.com, Home Tester Club, Hijup, Bola.com, OTO, Bintang.com, PropertyGuru.com dan Lakupon.com menjadikan Emtek melalui perusahaan ventura KMKLabs dapat terlibat aktif dalam pasar digital. Emtek sendiri merupakan perusahaan milik Eddy K. Sariaatmadja dan Fofo Sariaatmadja dengan total kekayaan Rp 17,5 Triliun.

Daftar ini belum mencerminkan keseluruhan Start-up yang dimiliki masing-masing grup, namun dengan melihat banyaknya konglomerat yang terlibat aktif dalam pasar digital telah dapat membuktikan bagaimana perkembangan teknologi juga berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi bagi konglomerat Indonesia. (*)

Penulis :

Editor :