PDAM Makassar

Fenomena Sinkhole Terjadi di Maros, Ini Penjelasan Ahli Geologi Unhas

Bank Sulsel Bar
Fenomena Sinkhole Terjadi di Maros, Ini Penjelasan Ahli Geologi Unhas
Sawah Amblas (Ilustrasi).

KabarMakassar.com -- Lubang besar dengan kedalam kurang lebih 50 meter, menjadi perhatian warga Maros. Pasalnya fenomena sawah yang amblas ini membuat warga di area persawahan di dusun Tana Tekko, Desa Lebbo Tengae, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros geger, Senin (23/12) kemarin.

Dimana sawah milik Haji Jumma amblas dengan diameter 10 meter dan kedalam 50 meter. Hal ini area disekitaran sawah Haji Jummma ditutup sementara dengan dipasangi garis polisi.

Fenomena lubang besar tersebut dijelaskan Kepala Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas), DR. Adi Maulana, jika kejadian di sawah warga di Maros tersebut merupakan fenomena Sinkhole.

"Jadi apa yang terjadi di Kabupaten Maros itu merupakan Sinkhole, atau dalam istilah geologi sinkhole diartikan sebagai lubang runtuhan dipermukaan atau depresi yang terbentuk secara alami yang muncul akibat hilangnya lapisan tanah atau batuan permukaan akibat aliran air di bawah tanah," ujar Adi Maulana saat dihubungi Selularnya, Selasa (24/12).

Ia menjelaskan jika lokasi tempat kejadian disusun oleh formasi batuan Tonasa, yang merupakan batuan karbonat dengan umur Eosen sampai dengan Miosen. Formasi ini sama dengan yang membentuk kawasan karst Bantimurung yang memanjang sampai dengan Pangkep. 

"Seiring dengan waktu, dibeberapa tempat yang mempunyai topografi landai akibat erosi permukaan seperti yang saya lihat di videonya, formasi ini ditutupi oleh material alluvial sampai dengan ketebalan hingga 3-5 meter. Dapat dilihat dengan jelas material-material lepas aluvial di dinding tanah bagian dalam yang longsor," tambahnya.

Lebih lanjut Ahli Geologi Unhas ini menjelaskan adanya lapisan tanah merupakan dasar dari batuan karbonat atau batugamping akan mempunyai topografi permukaan yang khas, yang kemudian dikenal dengan istilah karst, yaitu kawasan yang membentuk morfologi atau bentang alam khas akibat pelarutan material karbonat oleh air hujan. 

"Sebenarnya kalau hal ini terjadi, juga dikarenakan curah hujan di wilayah tersebut, sehingga lapisannya di bagian bawah tanah seperti ada gua -gua dan itu yang membuatnya amblas hingga puluhan meter kebawah dasar," tambahnya.

Ia menjelaskan tidak hanya di Maros, di wilayah lainnya di Sulsel juga berpotensi seperti Sinkhole diantaranya, di Labakkang Pangkep, Barru, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Selayar dan Jeneponto.

Sementara itu salahsatu warga Cenrana, Mappiare (40) menyaksikan ada asap yang membumbung tinggi, namun selang beberapa menit ia mendengar suara gemuruh dan membuat warga sekitar kaget.

"Saya pertama lihat ada asap, seperti ada yang terbakar, saya pikir juga ada guntur (petir) bunyi, saya ke sawah lihat, ternyata ada lubang besar menganga seperti sumur besar," ujar Mappiare, Selasa (24/12).

Menurut warga lainnya yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan jika sebelumnya ada 2 meter lebarnya dan tiba-tiba membesar lubang tersebut hingga diameter 15 meter dengan kedalam lubangnya 50 meter.

Didalam lubang juga terdapat air yang membuat tanah terus masuk kedalam lubang besar tersebut.

Saat polisi tiba di lokasi, area persawahan disterilkan dan memasang garis polisi.

"Kita pasang ini, karena banyak orang berdatangan. Ini sudah ramai dari kemarin sore ini. Banyak penasaran pak, ada juga warga nekat mendekat dan ini sangat berbahaya makanya kami pasang garis polisi," kata Kapolsek Camba, AKP Haedar Muis.

 

Penulis : Fritz V Wongkar

Editor : Redaksi

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Pelindo
Bank Sulsel Bar