Aksi Bela Nabi di Makassar Serukan Tangkap Sukmawati

Aksi Bela Nabi di Makassar Serukan Tangkap Sukmawati
Ratusan massa dari Aliansi Ummat Islam Sulawesi Selatan saat melakukan aksi long march meminta Sukmawati Soekarno Putri ditangkap. (Foto:Herwin Bahar).

KabarMakassar.com-- Ratusan orang masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan Aksi Bela Nabi dan Bela Islam di depan Monumen Mandala, Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sul-Sel, Senin (2/12) berlangsung damai.

Massa yang mengaku sebagai bagian dari Reuni 212 itu mengecam atas buntut pernyataan Sukmawati Soekarno Putri yang dianggap mencederai hati umat Islam.

Aksi yang gelar ratusan Aliansi Ummat Islam Sulawesi Selatan ini sebagai momentun kebangkitan Islam di dunia. Aksi ini dimulai dengan long march dari Masjid Al Markaz yang berada di Jalan Masjid Raya sekira pukul 10.00 Wita.

Dalam aksi yang digelar, para peserta secara bergantian menyampaikan orasi dengan menggunakan mobil bak terbuka sebagai mimbar orasi, membawa bendera tauhid dan spanduk yang bertuliskan "Tangkap Busukma!" serta spanduk bertuliskan "Waspada Bahaya Laten Komunisme di Indonesia."

Sebelumnya, sebuah video di mana Sukmawati terekam tengah melontarkan pertanyaan yang dinilai sebagian kalangan sebagai upaya membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden RI pertama, Soekarno. Video itupun kemudian menjadi viral. 

"Pernyataan Sukmawati yang membandingkan Ir Soekarno dengan Nabi Muhammad. Sehingga kami tak menerima pernyataan itu dan kami menganggap itu adalah penistaan," kata Koordinator aksi Bela Nabi, Nazaruddin saat ditemui di lokasi aksi.

Nazaruddin berharap agar keadilan itu ditegakkan sesuai dengan pasal 156 huruf a sudah jelas dan Sukmawati harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kami berharap pada negara untuk betul-betul memperhatikan orang-orang yang ingin memancing keributan. Karena kalau dibiarkan ini akan sangat berbahaya," tuturnya.

Mereka mendesak aparat kepolisian, untuk segera menangkap Sukmawati karena dianggap melecehkan dan menistakan agama. Perbuatan itu katanya jelas tertuang dalam Pasal 165 (a) KUHPidana.

“Umat Islam menanggap bahwa ini adalah sebuah penistaan terhadap nabi. Kami sangat berharap agar keadilan itu bisa ditegakkan,” tegasnya.

Aksi Bela Nabi dan Bela Islam mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dari Polrestabes Makassar dan Polsek Ujung Pandang.

Usai menyampaikan aspirasinya peserta aksi membubarkan diri sekitar pukul 11.12 Wita dengan tertib dan arus lalu lintas pun berjalan normal.

Penulis : Redaksi

Editor : Supriadi Maud