Indahnya Pesona Pantai Hubat Sebagai Tempat Wisata dan Penelitian

Indahnya Pesona Pantai Hubat Sebagai Tempat Wisata dan Penelitian
Pesona Pantai Hutan Bakau(Hubat)Takkalala Sinjai Timur salah satu objek wista di Kabupaten Sinjai. (Ist).

KabarMakassar.com-- Sinjai merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang berjuluk Bumi Panrita Kitta. Selain dikenal sebagai kabupaten yang bernuansa religius, ternyata di Sinjai juga terdapat objek wisata yang tidak kalah menarik dengan daerah lainnya di Sulsel.

Nah, jika berkunjung di Kabupaten Sinjai tidak cukup rasanya kalau tidak menginjakkan kaki diberbagai tempat wisatanya. Salah satunya yakni tempat wisata pantai hutan bakau (hubat) tepatnya 15 KM dari pusat kota Sinjai yang beralamat di desa Sanjai kecamatan Sinjai Timur.

Pantai Hubat dengan segala keindahannya cocok untuk dijadikan sebagai tempat sebagai liburan edukasi bagi untuk para keluarga, komunitas dan mahasiswa sebab di tempat ini mata dimanjakan dengan suguhan bakau yang menarik disepanjang bibir pantai yang juga memiliki gedung penelitian untuk meneliti Mangrove.

Tak hanya itu, pengunjung juga akan dimanjakan dengan jejeran pohon kelapa, hutan bakau dan hamparan pasir pantai dengan sambil duduk menikmati kopi atau makanan ringan lainnya di warung warga dengan merasakan semilir angin yang berhembus.

Pantai Hubat ini juga mempunyai jempatan kayu panjang membelah areanya dan sementara proses pembangunan dengan penambahan jembatan. Selain itu, juga dibangun gazebo yang menghadap ke laut. Diketahui dari informasi yang terpanpan semua pendanaan untuk pembenahan tempat wisata tersebut bersumber dari dana desa setempat yang sengaja dilakukan untuk menarik minat pengunjung.

Kepala Desa Sanjai Muh. Arsal akan terus mengembangkan wisata yang berada di desanya dan melakukan promosi agar ramai pengunjung.

“Saya akan terus berupaya mengembangkan wisata pantai hubat tersebut agar dikenal secara luas dan ramai pengunjung,” ungkapnya.

Selain itu, kepala desa dua periode tersebut mengharapkan agar kedepan lokasi pantai hubat bisa dijadikan referensi penelitian di wilayah Sulawesi Selatan karena di pantai tersebut juga disediakan gedung untuk penelitian.

“Pantai Hubat ini kami sudah sediakan gedung, kedepannya kami akan terus melakukan promosi agar bisa dijadikan referensi penelitian bagi semua elemen yang ada di Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Selain sebagai tempat wisata dan penelitian, pantai hubat juga sering kali dijadikan tempat kegiatan mahasiswa. Tak hanya itu, menurut keterangan warga setempat, rencananya juga akan dibangun kolam renang.

"Jadi yang membedakan Pantai Hubat ini dengan Hutan Mangrove Tongke-Tongke nantinya yakni kolam renang saja," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Obyek lain yang bisa anda temui dengan menyusuri jembatan yang terbuat dari kayu ulin dan kepungan sulur-sulur mangrove, maka suasana sejuk dan tenang akan menghampiri. Selain bisa berfoto dan berswafoto, liburan anda lebih bermakna dengan menyaksikan vegetasi bakau, ikan kecil dan lainnya.

Nah, bagi Anda yang ingin berkunjung ke tempat ini, tidak perlu merogeh kocek dalam-dalam karena biaya karcis relatif murah. Memasuki destinasi ini pengunjung hanya akan dikenakan tarif parkir 2 ribu rupiah permotor sedang untuk mobil 5 ribu rupiah saja.

Penulis : Syarief Kate

Editor : Supriadi Maud