Beritakan Dugaan Pungli PDAM Takalar, Jurnalis Kabar Makassar Diancam

Beritakan Dugaan Pungli PDAM Takalar, Jurnalis Kabar Makassar Diancam
Ilustrasi Jurnlis Diintimidasi (Ist/Int).

KabarMakasssar.com-- Intimidasi dan ancaman terhadap wartawan kembali terjadi di Takalar Sulawesi Selatan.  Wartawan KabarMakassar mendapat berupa ancaman dari pihak PDAM Takalar terkait pemberitaan dugaan pungli dari proyek hibah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

PLT Dirut PDAM Takalar, Jamal Nombong beserta beberapa jajarannya beramai ramai mendatangi kediaman Jurnalis KabarMakassar dan melakukan sebuah ancaman untuk menuntut terkait pemberitaan pihaknya.

Setibanya dikediaman Jurnalis Kabar Makassar,  PLT Dirut PDAM Takalar  Jamal Nombong membuka pembicaraan awal dengan memberikan pernyataan klarifikasi terkait dugaan pugli yang telah diberitakan dengan mengaitkan pihaknya.

“Jadi kedatangan kami ini pak, ingin mengkalrifikasi terkait pemberitaan yang bapak tulis di media bapak soal pungutan liar terhadap pihak kami, sebenarnya itu bukan pungli yang kami lakukan tapi suatu jaminan awal buat pembayaran rekening saldo untuk 2 bulan kedepannya,” Ungkap Jamal Nombong.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya langsung yang memperintahkan penagihan tersebut terhadap palanggan sebanyak 100 ribu per kepala.

“Itu sudah kami perintahkan memang untuk menagih pak 100 ribu perkepala itu bukan pungli tapi itu uang jaminan,” tegasnya.

Pernyataan Jamal Nombong kemudian ditepis oleh Jurnalis KabarMakassar dikarenakan informasi sebelumnya yang beredar dari pihak mereka telah mengatakan bahwa  telah memberikan bantuan hibah pemasangan sambungan tersebut gratis bagi pemasangan baru. Pihak PDAM Takalar seolah-olah menutupi sesuatu terkait proyek hibah Masyarakat Berpenghasilan Rendah  (MBR).

“Bukannya pungutan itu nanti ditagih ke pelanggan setelah air mengalir berupa biaya pemakaian dan beban pada saat dua bulan kedepan pak, kenapa ada penagihan awal.? Itukan akan disinyalir warga pungli dong.?, “ tanya Jurnalis KabarMakassar.

“Sebagaimana diketahui, dalam SOP tidak ada pembayaran awal nanti setelah dua bulan baru diberlakukan pembayaran oleh pihak penerima MBR,” sambungnya.

Selang beberapa menit dari diskusi tersebut, seorang pegawai PDAM Takalar yang turut hadir mendampingi Dirutnya naik pitam dan melontarkan kalimat ancaman terhadap Jurnalis Kabar Makassar.

“kalo bisa selesaikan saja secara interen pak, karena ini heboh sekali bapak besar-besarkan, kami juga akan tuntut bapak jika bapak masih terus beritakan yang tidak-tidak,” bebernya dengan nada kasar.

Diberitakan sebelumnya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Takalar menerima proyek hibah bantuan sambungan air minum terhadap 631 Sambungan Rumah (SR) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dari penerima manfaat MBR itu jumlahnya 631 kepala keluarga di Takalar dan akan membayar sebanyak 100 ribu perorang maka total uang jaminan sekitar 63 juta.

Dari uang jaminan itu, membuat sejumlah warga di Takalar yang menerima hibah proyek MBR menjadi resah dan mepertanyakan dana yang telah ditagih akan dikemanakan di taroh dana tersebut.

Penulis : Saleh Sibali

Editor : Supriadi Maud