Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Koral Asal Sulsel

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Koral Asal Sulsel

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Koral Asal Sulsel

Kabar Makassar -- Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Polisi Muktiono memimpin press release terkait penggagalan pengiriman terumbu karang hidup atau coral ke luar negeri. Press Release yang juga dihadiri oleh Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan BKIPM, Rina. Yang  dilaksanakan di Mapola Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar Sulawesi Selatan, Rabu 23 Agustus 2017.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya, 300 lebih terumbu karang hidup atau coral dari belasan jenis dari perairan Sulawesi Selatan, seperti karang babut, karang siwalan, karang poka, karang anemo, karang akantas dan karang cinarina.

Selain koral petugas juga mengamankan daging kima, ikan napoleon, sirip hiu dan kuda laut.

Koral ini dimankan di daerah Buleleng Kabupaten Singaraja Bali oleh Petugas Kepolisidan Polda Sulsel yakni Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel bekerjasama dengan Polda Bali pada awal Agustus 2017 lalu.

Selain mengamankan ratusan Koral, Polisi juga membekuk dua orang tersangka masing-masing berinisial IQ, dan MA warga Makassar. Sementara Polisi masih mengejar pelaku lainnya.

Dari hasil penyelidikan dan keterangan tersangka diketahui jika koral ini dibawa melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar melalui bagasi salah satu maskapai penerbangan. Meski tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari balai karantina ikan Makassar koral yang tidak bisa dijualbelikan ini secara sembarangan ini bisa diselundupkan sampai di Bali.

Kdapun kerugian negara akibat peristiwa mulai dari pengrusakan, pencurian koral dan terjadi sejak Januari sampai Agustus 2017 mencapai 12 miliar rupiah.

“Pelaku penjualan koral ini merupakan lintas daerah termasuk luar negeri,” Kata Kapolda Sulsel Irjen Polisi Muktiono.

Selain penggagalan koral, Polda Sulsel juga menyampaikan hasil penangkapan bahan peledak untuk menangkap ikan berupa pupuk amonium nitrat dan puluhan detonator atau alat picu ledak.

Sementara itu, kedua pelaku penyelundupan koral yang diamankan terancam pasal 31 ayat 1 Subs pasal Huruf A Undang-undang RI nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan ikan dan tumbuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak 150 juta rupiah .

Baba Duppa

Journalist

Pewarta yang telah memiliki sertifikasi "Jurnalis Muda" dari Dewan Pers. Memiliki keahlian memproduksi berita dalam bentuk naskah, video dan suara.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close