Polisi Bongkar Pabrik Narkoba di Makassar

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo bersama Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan, dan Dir Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan, saat release kasus pabrik narkoba jenis tembakau sintetis di Apartemen Vidaview, Selasa (25/2) siang. (IST)

KabarMakassar.com — Jajaran Reserse Narkoba Polretabes Makassar berhasil membekuk komplotan yang memproduksi sekaligus mengedarkan tembakau sintesis di salah satu apartemen di Kota Makassar.

Dalam penangkapan itu, Polrestabes Makassar berhasil meringkus 21 tersangka, yang dua diantaranya perempuan.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, pengungkapan ini berawal dari kecurigaan petugas terkait adanya penyalahgunaan narkotika jenis tembakau sintetis di sekitar Apartemen Vidaview.

Petugas pun melakukan pengintaian pada Sabtu (22/2) sekitar pukul 00.30 WITA. Saat itu, petugas melihat tiga orang pelaku mengambil barang yang tersimpan di sebuah pot bunga di sekitar apartemen tersebut.

“Saat digeledah, ternyata barang yang diambil adalah narkoba jenis tembakau sintesis golongan 1,” terang Ibrahim dalam release pengungkapan kasus di Apartemen Vidaview, Selasa (25/2) siang kemarin.

Berdasarkan infomasi dari tersangka yang berhasil diamankan petugas, lanjut Ibrahim, barang tersebut dipesannya melalui media sosial instagram, dan berada di salah satu kamar di Apartemen Vidaview Jalan Topaz, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

“Total ada lima TKP, dan semuanya berada di area apartemen. Termasuk di dalam kamar apartemen. TKP Pertama di area apartemen ada tiga tersangka, TKP kedua di dalam kamar lantai 19 ada tujuh orang, TKP ketiga kamar lantai 20 ada lima orang. Kemudian TKP keempat kamar lantai 21 ada empat orang, dan TKP kelima kamar lantai 23 ada dua orang tersangka,” jelasnya.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola Apartemen Vidaview terkait kasus ini.

Dari pengakuan pengelola, kata dia, aturan-aturan dalam apartemen itu sudah jelas melarang membawa narkoba.

“Mereka menggunakan apartemen mungkin karena merasa lebih aman, dan mereka sudah menggunakan modus-modus baru dalam pemasaran barang tersebut. Para pelaku telah memproduksi narkoba jenis tembakau sintesis tersebut sudah empat bulan lamanya,” terang Yudhiawan.

“Para pelaku akan dikenakan Pasal 112 dan 114 tentang Narkotika, kemudian Pasal 132 tentang Persongkokolan, dengan ancaman hukuman 4 sampai 12 tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Abdul Kadir

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI