News

Polisi Akui Tembak Genk Motor

Polisi Akui Tembak Genk Motor

Kabar Makassar-- Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Polisi Dicky Sondani membenarkan penembakan yang dilakukan anggota Kepolisian di wilayah Hukum Polda Sulsel. Tindakan petugas mengeluarkan peluru karet untuk membubarkan genk motor.

"Pada hari Jumat 6 Oktober 2017 pukul 03.30 wita telah terjadi penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok Geng motor terhadap Personil Unit dua Turjawali Subdit Gasum Dit Sabhara Polda Sulsel yang h membubarkan Aksi Balap liar di Jalan Urip Sumoharjo. Kronologis kejadiannya bermula saat pers standby di Pos Lantas Fly Over dan menerima laporan dari Masyarakat bahwa di jalan Urip Sumoharjo tepatnya depan Kampus UMI terjadi Aksi Balap Liar yang dilakukan oleh ratusan kendaraan roda dua. Menerima Laporan tersebut pers seketika itu langsung merespon laporan tersebut dan langsung mendatangi TKP yang dimaksud," Terang Kombes Pol Dicky Sondani, Sabtu 7 Oktober 2017.

Kombes Dicky menambahkan, saat personil mendatangi TKP dan hendak menghentikan aksi balap liar tersebut, personil dihujani batu dan panah oleh kekelompok Geng Motor.

"Saat terjadi penyerangan tersebut, personil membalas aksi tersebut dengan melakukan tembakan peringatan dengan mengunakan peluru Karet namun karena suara peluru karet terlalu kecil sehingga pelaku tetap melakukan penyerangan. Disaat situasi tidak memungkinkan Personil melakukan tembakan mengunakan Flash Ball untuk mengurai Geng Motor tersebut," Lanjut Kombes Dicky.

Usai kejadian, Polisi mendapatkan kendaraan dinas milik Brigpol Aries Bayu tertancap Anak Panah.

Sebelumnya, Arialdy 25 tahun mahasiswa semester tujuh Fakultas Hukum Universitas Bosowa Makassar diduga menjadi korban tembak oknum Polisi.

Pada bagian punggung kirinya terdapat luka terbuka diduga akibat tembakan. Dugaan tembakan diketahui berdasarkan benda yang dikeluarkan dari tubuh korban yakni sebuah peluru karet.

Dugaan penembakan terjadi saat korban bersama temannya pulang usai mengerjakan skripsi Jumat pukul 03.00 Wita. Ketika melintas di jalan Urip Sumohardjo Mkassar korban yang mengendarai roda dua bersama temannya tiba-tiba mendapat tindakan tidak menyenangkan dari Oknum Polisi.

Karena kaget terkena pukulan bambu, rekan korban bernama Nur Parawansyah yang membawa motor melaju meninggalkan lokasi.

Meski sempat mendengar suara letusan, korban dan temannya yang tidak menggunakan helm tetap melanjutkan perjalanan ke Asrama.

Dirinya baru mengetahui jika tertembak setelah tiba di asrama dan merasakan nyeri di bagian punggung. Saat diperiksa, terdapat luka berdarah dan peluru karet yang masih menempel.

Dibantu oleh rekannya, menggunakan tangan kosong peluru karet dikeluarkan dari punggung korban.

"Saya dari rumah teman di Jalan Sunu kerja skripsi terus mau ke sini (asrama) langsung dihadang sama polisi terus ada teman yang membonceng langsung dihantam pakai bambu, setelah dihantam bambu ada suara letusan teman panik langsung lari nda lama ada suara tembakan dan kena saya di bagian bahu belakang," Kata Arialdy.

Kini Arialdy mendapat perawatan di RS Haji Makassar.

Baba Duppa

Journalist

Pewarta yang telah memiliki sertifikasi "Jurnalis Muda" dari Dewan Pers. Memiliki keahlian memproduksi berita dalam bentuk naskah, video dan suara.

 

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close