Polemik Harga Kios di New Makassar Mal

Polemik Harga Kios di New Makassar Mal

Polemik Harga Kios di New Makassar Mal

Kabar Makassar -- Permasalahan ketidakcocokan harga yang ditetapkan PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) kepada pedagang Pasar Sentral Makassar akan berangsur lama. Pasalnya, pihak pedagang mengaku belum mengetahui berapa harga yang diberikan untuk menempati kios di New Makassar Mal.

Meski telah diberitahukan akan adanya relokasi pada lapak penampungan yang telah ditempati selama kurang lebih enam tahun tersebut, pedagang menegaskan untuk tetap menolak pindah ke gedung pasca kebakaran tersebut.

Humas MTIR Makassar, Imran Bachtiar mengatakan pihaknya tidak mempersulit para pedagang. Sebaliknya, telah memberikan kemudahan.

"Kita himbau kepada pedagang, kita sudah berikan fasilitas di bank. Cukup dengan memasukkan KTP, kartu keluarga bisa langsung dapat kios akad kredit. Tidak ada yang dipersulit, dua tiga hari saja diproses di bank sudah dapat mi kios," ujarnya. Sabtu, 29 Juli 2017.

Mengenai harga, Imran mengaku telah memberikan rincian harga tersebut kepada para pedagang. Menurutnya, harga yang bervariatif tersebut tergantung dari letak lantai, posisi strategis kios, dan beberapa faktor lainnya.

"Pertama luas kios, luas kios, letak lantai kalau di lantai lima tentu agak murah. Ada beberapa parameter yang menetukan harga. Di sudut saja itu belum tentu sama. Misalnya dia sama-sama sudut bisa berbeda, karena sudutnya mungkin ada yang dekat dengan ekslator ada yang jauh. Begitu juga yang di tengah," jelasnya.

Adapun harga yang diberikan, terhitung mulai dari Rp 160 hingga Rp 400 Juta.

"Kalau Rp 42 Juta itu masih ada di dalamnya bunga bank dan keuntungan perusahaan. Sementara asuransi sudah diperhitungkan dalam bangunan," jelasnya.

Mengenai asuransi yang masih dipermasalahkan para pedagang Pasar Sentral pasca kebakaran, menurutnya sudah masuk dalam hitungan pembangunan kios.

"Kemarin memang ada asuransi. Tapi nilainya hanya 25 persen. Tapi sudah menjadi pengurang dalam biaya pembelian kios," pungkasnya.

Sementara itu, Sainuddin, salah seorang pedagang Pasar Sentral mengatakan harga yang ditetapkan pihak MTIR dianggap semena-mena. Mengacu pada penghitungan yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Selatan, dihasilkan kurang lebih Rp 33 Juta ditambah dengan pph, ppn menjadi Rp 42.158.000.

Sehubungan dengan hasil rapat pada 2 Juli lalu, kata Sainuddin, kios yang tersedia di New Makassar Mal sekitar 4.000. Sementara 1.800 saja difasilitasi dengan harga Rp 42.158.000 berdasarkan kesepakantan Wakil Presiden Indonesia, Wali Kota Makassar, dan Juru Bicara Wakil Presiden Indonesia.

"Jadi kalau untung, ada lebih dari 2.000 kalian (MTIR) jual bebas, mau dijual dengan harga Rp 1 M, Rp 2 M per meter itu terserah. Baru ada diadendum (pembaharuan pernjanjian) juga, bahwa pedagang lama harus diberi diskon dan konpensasi atau diberi harga Rp 42.158.000 itu pedagang sudah tidak akan menuntut lagi," tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pasar Sentral PD Pasar Makassar Raya, Muh. Jaenul mengatakan harga yang ditetapkan BPKP sebenarnya adalah penghitungan harga konstruksi saja, harga tersebut tidak termasuk bunga bank, asuransi, dan keuntungan perusahaan.

"Intinya mereka (BPKP) hanya menghitung biaya konstruksi senilai Rp 42.158.000. Tidak termasuk bunga bank dan asuransi. selebihnya PD Pasar tidak bertanggung jawab untuk memfasilitasi," ujarnya.

Marwah Ismail

Journalist

Pewarta yang telah memiliki sertifikasi "Jurnalis Muda" dari Dewan Pers. Mahasiswi Jurusan Broadcast Universitas Fajar ini aktif menulis sejak 2013 lalu.

Redaksi

Related Articles

Berita Foto: Entrepreneurs Wanted di Makassar Berita Foto: Entrepreneurs Wanted di Makassar Berita Foto: Entrepreneurs Wanted di Makassar Berita Foto: Entrepreneurs Wanted di Makassar

Berita Foto: Entrepreneurs Wanted di Makassar

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
%d bloggers like this: