Polda Sulsel Ungkap Kasus Pembunuhan di Panti Jompo Gowa

Polda Sulsel mengungkap kasus pembunuhan penghuni panti jompo di Gowa.

KabarMakassar.com — Polda Sulawesi Selatan berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap penghuni asrama panti jompo di Panti Sosial Tresna Werda Gau Mabaji, Kabupaten Gowa yakni korban Toa Tho alias Sangkala, (63).

Penghuni asrama panti jompo tersebut ditemukan tewas bersimbah darah, disebuah lobby asrama. Tak lama berselang pihak Polda mengungkap kasus pembunuhan tersebut dan menangkap pelakunya.

Wakpolda Sulsel, Brigjen Pol Adnas didampingi Dirkrimum, Kabid Humas dan Kabid Dokkes Polda Sulsel merilis kasus tersebut dan menyampaikan kronologi kejadian tersebut. Dimana kasus dapat diketahui berawal dari laporan saksi IA (63) kepada perugas Panti dan menyampaikan informasi bahwa korban Toa Tho Als Sangkala, (63) meninggal dunia karena terjatuh.

Melalui Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes POl Ibrahim Tomopo menjelaskan jika pasca laporan kemudian, beberapa petugas panti menuju TKP lalu mengangkat mayat kemudian membersihkan punggung dan kepala korban

Karena didapati luka terbuka di bawah hidung, belakang telinga kiri, Memar pada mata sebelah kiri, dan Memar pada leher dan atas temuan tersebut pegawai panti menghubungi pihak kepolisian.

Setelahnya anggota Polsek Bontomarannu mengamankan Statusquo selanjutnya Tim Inafis pada Kamis (23/01) pukul 14.00 Wita menuju TKP dengan melibatkan Tim Inafis, Forensik dan K9 Polda Sulsel untuk olah TKP.

Usai rangkaian olah TKP berakhir, penyidik mengamankan IA untuk dimintai keterangan dan dari hasil interogasi yang dilakukan diketahui bahwa motif penganiayaan dilakukan karena pelaku sakit hati, kesal dan emosi.

“Pelaku sakit hati dan kesal serta emosi karena korban tidak mengindahkan himbauan untuk tidak buang air kecil, atau buang kotoran di lantai kamar kemudian pelaku mengambil potongan batu bata merah di dekat pintu kamar bagian belakang dan memukulkan ke bagian wajah, kepala korban secara berulang-ulang sehingga mengeluarkan darah,” terang Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo diruang Lobi Polda Sulsel.

Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Adnas juga mengapresiasi tim Sat Reskrim Polres Gowa yang melakukan pengungkapan sehingga pelaku cepat ditemukan.

“Kami bangga dan juga mengapresiasi kerja Sat Reskrim Polres Gowa yang telah melakukan pengungkapan kasus ini,” pungkas Brigjen Pol Adnas.

Atas perbuatannya, polisi menetapkan pelaku sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 338 KUHP ttg Pembunuhan Sub 351 (3) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Reporter :

Editor :

Rudi Hartono

Fritz V Wongkar

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI