Pekan Depan, PLTU Punagaya Resmi Beroperasi

Kabar Makassar — Untuk memenuhi kebutuhan listrik Sulsel dan sekitarnya, proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga uap (PLTU) Punagaya telah rampung satu unit. Rencananya pekan depan akan dilakukan serah terima antara pihak PLTU Punagaya dengan PT PLN (Persero) wilayah Sulselrabar.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berada di Desa Punagaya Kabupaten Jeneponto tersebut merupakan proyek pusat yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.

“Kami ingin menunjukan instalasi kita. Kami siap menerangi Sulawesi Selatan. Jadi masyarakat dan investor tidak perlu ragu karena listrik dijamin aman,” terang General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar, Bob Syaril.

Baca juga :   Korban Kepsek Cabul, Dinsos Makassar Beri Bantuan Advokasi

Sementara itu Manajer Sektor Pembangkitan Punagaya, Dimas Satria, saat ditemui oleh rekan-rekan wartawan di PLTU Punagaya mengklaim PLTU ini merupakan pembangkit listrik yang paling besar di Sulawesi Selatan.

“Pembangkit yang paling besar di Sulawesi Selatan karena memiliki kapasitas 2 kali 100 MW, dengan adanya PLTU ini mendukung listrik dan investasi di Sulsel kata” Dimas.

[title type=”h2″ font_size=”12″ letter_spacing=”” font_weight=”400″ align=”left” font_family=”” title_type=”default” line_height=”1.35″ color=”” text_transform=”0″ sc_id=”sc186033372696″]Manajer Sektor Pembangkit PLTU Punagaya, Dimas Satria, saat ditemui oleh rekan-rekan wartawan di PLTU Punagaya, Jeneponto Jumat, (24/11/2017). Foto : Wawan Indrawan[/title]Ia mengatakan PLTU ini sudah bisa menghasilkan daya listrik namun belum bisa di komersialkan. Sesuai dengan jadwal yang telah disusun, rencananya PLTU akan resmi di buka pekan depan.

Baca juga :   ReFIT: Peluang Bisnis Kebugaran Hadir Di Sulsel

“Kita akan resmikan PLTU Punagaya minggu depan tepatnya tanggal 28 November 2017,” tambahnya.

Untuk menghasilkan listrik sebesar 100 MW, pihak PLTU Punagaya harus menyuplai batu bara sebesar 1400 ton dan memakan waktu 2-3 hari untuk proses pembongkaran yang selanjutnya diolah menjadi listrik.

“Kapasitas daya 100 MW kita telah hasilkan. Sudah masuk di transisi area Sulsel dan Barat. Unit ini di kelola sendiri oleh PLN jadi tidak diberikan ke swasta, nanti di Februari baru beroperasi dua unit yang mampu menghasilkan 2 x 100 MW,” tambah Dimas.

Baca juga :   Hari Ini, program Donasi pelanggan PERWIRA akan Diluncurkan

Dia menilai, proyek ini kedepannya milik BUMN yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. (*/nck)

[divider sc_id=”sc416578600695″]divider-3[/divider]

[team layout=”3″ staff=”6365″ sc_id=”sc719558486739″]