PLTU Punagaya Rawan Pencurian, Supply Kelistrikan Sulsel Terancam Terganggu

PLTU GI Punagaya Jeneponto. Foto: Kabar Makassar

KabarMakassar.com, Jeneponto — Manajemen Sektor Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya, Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan mulai resah dengan kasus pencurian yang terjadi di wilayahnya. 

Hal ini seperti disampaikan Manager Sektor Punagaya, Dimas Satria yang mulai khawatir dengan aksi kriminalitas dengan pengrusakan dan pencurian alat-alat yang bisa mempengaruhi kualitas produksi. “Bila tindak kriminalitas tidak dicegah di daerah objek vital negara itu. Tentu akan mengganggu kualitas produksi listrik yang berakibat pengurangan pasokan listrik yang masuk ke Sulawesi Selatan” keluhnya saat dihubungi redaksi KabarMakassar.com Senin, 1 Januari 2017. 

Jika aksi pencurian ini terus berlangsung, dia khawatir akan menyebabkan kerugian negara semakin besar karena berdampak pada kerusakan peralatan Trafo di GI yang nilainya miliaran rupiah.

Dia mengatakan jika kabel grounding yang di incar oleh sekelompok pencuri akan berpotensi menimbulkan gangguan peralatan produksi dan dapat mempengaruhi stabilitas kelistrikan Sulsel. “Bila kabel ini hilang maka harus segera dipasang penggantinya karena hal ini bisa menyebabkan gangguan yang lebih berat,” ujarnya.  

GI Punagaya, dijelaskannya sebagai salah satu fasilitas evakuasi daya yang sangat vital untuk kelistrikan di Sulsel perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat setempat khususnya penguatan keamanan di daerah vital yang harus di lindungi negara,” pintanya. Posisi GI nantinya akan menjadi sarana vital pensuplai energi dari pembangkit besar PLTU Jeneponto 4×100 MW milik Bosowa Energi dan PLTU Punagaya 2×100 MW. 

“Hal ini tentu harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama dengan pemerintah daerah setempat karena GI Punagaya akan menopang supply sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan,” tuturnya. 

Dia menceritakan sehari sebelum pergantian tahun, 30 Desember lalu, salah satu sektor telah dimasuki beberapa kawanan pencuri. Kejadiannya berlangsung sekitar pukul 02.00 Wita dini hari di tanggal 31 Desember 2017. Dia menduga pencurian itu dilakukan secara berkelompok. 

Beberapa saksi yang melihat aksi pencurian itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 wita sampai dengan 05.00 Wita. Pelaku diduga masuk ke sektor itu melalui pagar di sisi selatan GI Punagaya dengan cara merusak pagar tersebut. “Kami menemukan kasus itu saat melaksanakan patroli rutin,” ujarnya. 

Sejak 28 Desember 2017 lalu, lanjutnya Sektor Pembangkit PLTU Punagaya dengan kapasitas 2×100 MW secara resmi telah disiapkan untuk mensuplai pasokan listrik ke provinsi Sulsel sebesar 100 MW. Peresmian itu dihadiri langsung Direktur PLN Regional Sulawesi Bapak Syamsul Huda. Stabilitas keamanan di lingkungan objek vital PLTU Punagaya, perlu kerjasama semua pihak baik dari PLN, unsur pemerintahan dan aparat hukum setempat, timpalnya. 

Meski demikian, dia menyayangkan aksi pencurian tersebut, karena telah menyebabkan PLN mengalami kerugian karena harus segera menyiapkan penggantian atas kabel ground di area switchyard GI Punagaya. 

“Kasusnya berulang kali dilaporkan ke Polsek setempat, tetapi tidak ada efek jera. Kasus ini harus mendapat perhatian serius,” pintanya. (*/nck)

Penulis Wawan Indrawan