Pilwalkot Makassar 2020 Tanpa Calon Perseorangan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar yang membuka posko Ruang Azalea, lantai 2 Hotel Claro.

KabarMakassar.com — Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Makassar 2020 akan berlangsung tanpa calon perseorangan atau independen. Hal itu dipastikan setelah sampai batas waktu pendaftaran dan penyerahan syarat dukungan berakhir pada Ahad (23/2) pukul 23:59, tak ada satupun calon idependen yang mampu memenuhi persyaratan yang telah ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Pendaftaran calon perseorangan atau independen untuk mengikuti Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Makassar 2020 resmi ditutup oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) disaksikan Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Makassar, Senin (24/2) dini hari.

“Berdasarkan PKPU, batas akhir penyerahan dukungan itu tepat pukul 23.59 WITA, dan sekarang sudah pukul 00.01 WITA. Maka, penyerahan syarat dukungan resmi kami tutup,” kata Ketua KPU Makassar, Farid Wajdi, saat memimpin rapat pleno penutupan pendaftaran calon perseorangan di Ruang Azalea, Hotel Claro Makassar, Senin (24/2) dini hari.

Sebenarnya ada satu pasangan bakal calon perseorangan yang menyerahkan syarat dukungan pada Ahad (23/2) malam, untuk bisa bertarung di Pilwali Makassar 2020, yakni pasangan Andi Budi Pawawoi dan Idham Amiruddin. Namun karena syarat dukungan yang dimasukkan tidak lengkap, maka KPU memutuskan untuk tidak menerima syarat dukungan dari pasangan calon tersebut.

Farid menjelaskan, pihaknya memutuskan untuk tidak menerima syarat dukungan pasangan calon tersebut karena ada beberapa dokumen yang tidak lengkapi. Diantaranya B.1.1-KWK (rekap dukungan keleurahan), B.2-KWK (sebaran dukungan), dan B.1.21-KWK (pakta integritas),

“Yang ada hanya (B.1-KWK (syarat dukungan). Secara regulatif kami tidak bisa menerima dokumen ini kalau tidak lengkap,” jelasnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya ada tujuh pasangan bakal calon perseorangan yang mengambil user Silon (Sistem info pencalonan) untuk maju Pilwalkot Makassar 2020. Ketujuh pasangan bakal calon tersebut yakni: Andi Budi Pawawoi-Idham Amiruddin; Andi Munawar Syahrir-Andu Nuwajdah; Iriyanto A Basi Ence-Alihaq Mappaturung; Jabal Nur-M Rivaldi; Moh Ramdhan Pomanto-Maqbul Halim; Muh Ismak-M Faisal Silenang; dan Syarifuddin Dg Punna-Dedy Setiadi T.

Berdasarkan hasil rapat pleno yang telah dilakukan KPU pada pertengahan Oktober 2019 dan juga merujuk pada Peraturan KPU (PKPU) Nomor 3 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara, jumlah dukungan minimal yang harus dimiliki bakal calon wali kota dan wakil wali kota Makassar yang ingin maju melalui jalaur independen yaitu sebanyak 72.570 orang yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) di Kota Makassar dengan sebaran di delapan kecamatan.

Reporter :

Editor :

Redaksi

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI