Pete-pete, Si Biru yang Merajai Jalan Kota Makassar

Pete Pete, Angkutan Umum di Kota Makassar [Foto: aboutsulsel]

Kabar Makassar– Makassar tidak hanya di kenal sebagai kota Daeng dengan kuliner cotonya tapi juga ada si biru yang merajai jalan jalan di kota Makassar, yang biasa masyarakat sebut pete pete.

Disetiap daerah mempunyai keunikannya tersendiri, begitupun dengan kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dibeberapa daerah di Indonesia angkutan umum memiliki sebutannya masing masing.

Ada yang menyebutnya mikrolet, oplet, taksi hingga angkot. Tapi di Makassar tidak ada angkot yang ada hanya pete pete.

Tidak ada yang tahu pasti dari mana kata pete pete tersebut berasal. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa pete pete adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris ‘Public Transportation’ yang disingkat PT. Taou versi yang lebih popular adalah pete pete.

Baca juga :   Konjen Australia Senang Ikut F8, Sebut Bisa Memperkuat Hubungan Bilateral

Tapi berdasarkan cerita masyarakat, konon pete pete adalah istilah untuk uang receh atau pecahan uang receh antara RP 5 hingga 10 ribu yang digunakan masyarakat untuk membayar jasa angkot.

Kata pete pete sudah lama melekat pada masyarakat Makassar, Sulsel. Bahkan istilah ini juga digunakan di beberapa daerah di pulau Sulawesi, seperti Kendari dan Palu.

Bagi masyarakat Makassar, pete pete adalah transportasi utama yang membantu keperluan diluar rumah masyarakat.

Di kota Makassar, pete pete diseragamkan dengan warna biru langit dan merah, lalu di bagian bodi diberi strip yang warnanya berbeda beda sesuai dengan trayek pete pete.

Baca juga :   Target SDGs 2019, PDAM - ITB Jalin Kerja Sama

Seperti angkot kebanyakan tempat duduknya saling berhadapan. Normalnya pete pete mengangkut hingga 12 orang penumpang tiak termasuk supir, dengan formasi 1 di depan, 1 dekat pintu, 6 dikiri dan 4 di kanan.

Cara turun dari pete pete pun cukup dengan kode kata kiri atau kiri depan, maka sang supir akan menepihkan kendaraannya. Saat ini tarif pete pete di Makassar terbilang cukup mahal yakni Rp 4 hingga Rp 5 ribu, dan itu berlaku untuk rute jauh dekat.

Naikn pete pete di Makassar memiliki sensasi yang berbeda. Tak jarang ditemui pete pete dengan interior dan sound system yang tidak umum.

Baca juga :   Begini Kronologi Kebakaran di PDAM Makassar

Ada yang menghiasi bagian belakang dengan deretan botol botol bekas miras, bahkan beberapa melengkapi dengan LCD TV untuk memanjakan penumpang.

Jika ingin berkeliling kota Makassar dan menikmati dengan cara yang berbeda, coba melihatlah ke jendela pete pete. (Berbagi Sumber)

[divider sc_id=”sc584568123924″]divider-3[/divider]