Peserta Ijtima Asia Meninggal di Gowa, Dinkes Ambil Sampel Darah untuk Diperiksa

Petugas dari Dinas Kesehatan melakukan penyemprotan disinfektan di tenda tempat peserta Ijtima Asia 2020, Kamis (19/3). (IST)

KabarMakassar.com — Seorang peserta Ijtima Asia 2020 asal Manokwari bernama Sukardi, meninggal dunia di lokasi kegiatan, di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Jumat (20/3).

Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan pemeriksaan.

Pria berusia 65 tahun itu diduga meninggal akibat penyakit jantung. Pasalnya, Sukardi diketahui memang memiliki riwayat penyakit jantung.

“Informasi yang kami terima korban memiliki riwayat hipertensi kemudian ada juga riwayat jantung. Dan 15 hari sebelum ke sini itu tidak ada perjalanan keluar negeri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, Hasanuddin, Jumat (20/3).

Meski begitu, untuk pemeriksaan lebih lanjut,
Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa bersama tim dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Kabupaten Gowa melakukan pengambilan sample darah korban, guna diperiksa dan dipastikan bahwa yang bersangkutan tidak terjangkit Virus Corona (COvid-19).

“Kami telah mengambi sample darahnya. Akan kita periksa di Rumah Sakit di Makassar, Rumah Sakit Unhas atau Wahidin. Kita berharap hasil pemeriksaan secepatnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kombes Pol Farid Amansyah mengatakan, kuat dugaan korban meninggal akibat serangan jantung.

“Setelah saya melakukan wawancara dan pemeriksaan terhadap dr. Kahar yang merupakan ketua tim kesehatan Ijtima ini, disampikan bahwa memang yang bersangkutan datang tanggal 18 Maret dari Manokwari, dan memang di Manokwari itu beliau sudah mengidap penyakit jantung,” kata Farid, saat ditemui di Posko Kesehatan Ijtima Zona Asia.

Selain itu, kata dia, menurut keterangan tim kesehatan Ijtima Asia tersebut, sebelum meninggal dunia korban tak memiliki gejala-gejala penyakit lain seperti demam ataupun batuk.

“Sebelum Salat Dhuhur beliau sempat terjatuh, dan sebelumnya mamang ada riwayat itu sakit jantung. Sehingga memang kalau tidak dilakukan otopsi, kita perkirakan meninggal karena jantung. Beliau sudah berumur 65 tahun, sehingga kemungkinan memang meninggal karena itu (jantung),” ujarnya.

Sementara, Ketua Rombongan Jamaah asal Manokwari Papua, Muh Iqbal mengatakan, korban sering mengeluh sakit pada bagian dada. Sebelum meninggal, kata dia, korban sempat terjatuh.

“Sekitar pukul 11.55 WITA sebelum adzan pertama Jumat itu tadi jatuh di tempat datar saja. Dia atur tasnya, berdiri dan langsung jatuh,” kata Iqbal.

Reporter :

Editor :

Abdul Kadir

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI