Pertamina Siap Bersihkan Tumpahan Minyak di Pesisir Pantai Makassar

KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII bergerak cepat dalam upaya menanggulangi tumpahan minyak yang terjadi di pesisir Pantai Makassar. Tim gabungan terdiri dari fungsi Health Safety Security Environment (HSSE), Marine VII dan Supply & Distribution VII sigap mencegah penyebaran minyak lebih luas lagi.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan menjelaskan bahwa penanggulangan kebocoran minyak ini telah ditanggulangi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di Pertamina. “Kami telah melakukan upaya terbaik agar tumpahan minyak tidak meluas dan dampak yang ditimbulkan bisa seminim mungkin,” kata Hatim, Jumat (22/5).

Menurut Hatim, area tumpahan minyak sudah tidak terlihat lagi dan hanya menyisakan sedikit film minyak di daerah dermaga. “Minyak yang tumpah diperkirakan sebanyak 11 liter berjenis Low Sulfur Fuel Oil (LSFO). Faktor arus laut yang agak tinggi serta karakter minyak dengan kekentalan (viskositas) tinggi, memang sempat membuat penyebaran menjadi lebih luas,” jelasnya.

Walau sebagian besar tumpahan minyak sudah tidak nampak, Hatim mengatakan pihaknya masih terus berupaya mencari dan membersihkan sisa-sisa tumpahan minyak yang masih ada. “Koordinasi yang baik terhadap pihak-pihak yang berkepentingan juga terus dibangun sebagai bagian dari upaya penanggulangan tumpahan minyak ini,” pungkasnya.

Saat diketahui terjadinya kebocoran, operasi langsung dihentikan dan dilakukan penanganan tumpahan. Tim penanggulangan tumpahan Integrated Terminal Makassar segera melakukan perbaikan dan pemasangan oil boom di area tumpahan untuk mengurung minyak agar tidak menyebar luas.

Meski sudah terpasang oil boom tetapi masih ada yang lolos. Minyak yang lolos itu kemudian segera ditanggulangi dengan menggunakan Absorbent Pad dan Dispersant. Dugaan awal, terjadinya kebocoran bahan bakar yang biasa digunakan untuk mesin kapal ini berasal dari flange to flange jalur pipa bunker yang secara lokasi tidak terlihat oleh kasat mata.

Reporter :

Editor :

Sulis

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI