Permohonan Paspor di Makassar Turun 50 Persen

Kepala Kantor Imigrasi kelas I Makassar, A. Pallawarukka. (Foto:KabarMakassar/Herlin)

KabarMakassar.com — Angka permohonan atau pengajuan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi kelas I Makassar mengalami penurunan secara drastis. Bahkan, penurunannya mencapai 50 persen dari hari biasa sebelum adanya wabah Virus Corona (Covid-19).

“Setelah munculnya kasus corona, itu sangat berpengaruh pada jumlah pemohon paspor. Biasanya setiap hari permohonan paspor yang datang itu sekitar 168-200 tiap hari, tapi sekarang hanya sekitar 70-100 orang per hari,” kata Kepala Kantor Imigrasi kelas I Makassar, A. Pallawarukka.

Penurunan angka permohonan pembuatan paspor ini, kata dia, juga dapat dilihat melalui jumlah antrean. DImana sebelumnya, antrean yang dibuka untuk satu pekan akan habis dalam hitungan jam.

“Dulu kan kita buka antrean online per pekan, jadi setiap Jumat kita buka untuk satu pekan. Biasa kalau kita buka antrean di hari Jumat, baru beberapa jam paling sudah habis. Tapi sekarang banyak yang kosong,” ujarnya.

Menurut Pallawarukka, penurunan angka permohnan pengurusan paspor ini dipengaruhi oleh diberlakukannya larangan umroh dari Pemerintah Arab Saudi sejak 27 Februari lalu.

“Yang paling mempengaruhi itu terkait pelaksanaan ibadah umroh. Jadi dengan ditutupnya sementara ibadah umroh itu, ini juga sangat berpengaruh sekali untuk permohonan di Kantor Imigrasi. Tapi yang ada sekarang hanya untuk haji,” ungkapnya.

Lebih jauh Pallawarukka mengatakan, selain penurunan jumlah permohonan pembuatan paspor, hal yang sama juga terjadi pada angka kedatangan wisatawan dari luar negeri.

“Sebelumnya kita menutup penerbangan baik ke China maupun masuk ke Makassar. Sekarang ditambah Italia juga kita juga perketat. Kemarin ada orang Italia yang baru mau masuk ke Makassar kita tolak. Begitu juga dari Iran dan Korea Selatan. Tiga negara itu tambahan,” terangnya.

Pallwarukka juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan perjalanan ke luar negeri. Pasalnya, saat ini hampir semua negara telah memiliki riwayat infeksi Covid-19.

“Saya kira masyarakat sendiri juga sudah mengetahui bahwa sekarang ini untuk melakukan perjalanan ke luar negeri itu sangat diperhitungkan sekali negara mana yang bisa dikunjungi, dan mana yang tidak,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Herlin

Sofyan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI