Peran Serta Masyarakat Dalam Melawan Narkoba

Kabar Makassar —– Narkoba sudah menjadi musuh yang nyata bagi masyarakat. Tidak tanggung-tanggung narkoba akan merusak masa depan generasi muda. Indonesia negara kepulauan memiliki 17.504 ribu pulau, dengan luas wilayah daratan 1.922.570 Km2, laut 3.257.483 Km2 dan sekitar 230.530.454 jiwa penduduk Indonesia.

Sebagai negara yang memiliki kepadatan penduduk terbesar di dunia dan letak geografis yang starategis , memungkinkan Indonesia berpeluang menjadi negara produsen, transit, bahkan menjadi negara tujuan lalu lintas perdagangan narkotika.

Personil pengamanan yang menjaga wilayah darat, laut, dan udara Indonesia tidak sebanding dengan  luasnya Indonesia. Akibatnya, penyelundupan narkoba dari negara luar sangat rentang terjadi.

Masyarakat berperan penting dalam penanggulangan bahaya narkoba. Masalah narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) melainkan tanggung jawab kita bersama untuk mencegah dan memberantas narkoba. Sebagaimana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2011 pasal 105 “Masyarakat mempunyai hak dan tanggung jawab dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Presekursor Narkotika”.

Sebagai masyarakat Indonesia tentu kita tidak ingin melihat generasi muda hancur akibat narkoba, untuk itu perlu adanya strategi yang kompleks dalam menghacurkan ancaman-ancaman serius tersebut.

Baca juga :   SYL: Pertamina dan PLN Sudah Bekerja Maksimal

Dalam mengatasi masalah narkoba perlu peranan aktif darisegenap lapisan masyarakat dan agama, kelompok remaja, dan warga lainnya sehingga penanggulangan bahaya narkoba dapat efektif.

Dengan adanya kolaborasi antara masyarakat, penegak hukum dan pemerintah dalam menangani masalah-masalah narkoba, otomatis potensi membantu generasi muda dalam menghindari penyalahgunaan narkoba dapat terlaksana dengan baik.

Pada kenyataannya tak ada satu sistem atau kelompok  yang bisa memberantas dan mencegah sendiri penyalahgunaan narkoba dilingkungannya masing-masing. Bahkan pemerintah sekalipun tidak akan mampu memberantas penyalahgunaan narkoba jika tanpa bantuan masyarakat dan aparat penegak hukum, begitupun sebaliknya.

Baca juga :   BPKA Gelar Pelatihan SIMAKDA Berbasis Standar Biaya

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membangun jaringan masyarakat, yaitu:

  1. Identifikasi dan kerjasama dengan tokoh masyarakat dan melakukan pendekatan atau interaksi sosial untuk membangun kepercayaan.
  2. Mengadakan survey untuk mempelajari dan menganalisa masalah narkoba di tempat tertentu khususnya tentang tingkat kesadaran/pengetahuan masyarakat tentang masalah narkoba, keadaan dan jangkauan masalah narkoba, jenis-jenis narkoba yang disalahgunakan, penyebab penyalahgunaan, program/tindakan pencegahan yang sudah terlaksana, kelompok masyarakat yang terlibat dalam program pencegahan dan sumber daya yang tersedia.
  3. Mengembangkan kapasitas dan keterampilan masyarakat melaluipelatihan untuk menghasilkan tenaga masyarakat yang terampil dan profesional melaksanakan program
  4. Penyusunan rencana kerja dan monev, penyusunan rencana pencegahan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan secara partisipatif untuk membangun rasa memiliki sense of ownership sehingga berkomitmen kuat untuk menjalankan dan mewujudkan program-program yang direncanakan (Okezone.com).
Baca juga :   Penemuan Obat Terlarang di Makassar, Danny Akui Kurang Pengawasan

Peran serta masyarakat dalam membantu melawan penyalahgunaan narkoba yaitu dengan mendukung segala program-program kerja dari pihak penegak hukum dan pemerintah. Namun, yang tak kalah penting wujud dari peran serta masyarakat yaitu melaporkan apabila ada kejadian tindak pidana narkotika. (Kartika Yusuf)

Sumber Google