Pengerukan Pasir Takalar Dapat Tenggelamkan Pulau Tanakeke

Aksi Unjuk Rasa Warga Kabupaten Takalar

Kabar Makassar— Terkait aksi penambangan pasir laut di Kabupaten Takalar yang cukup meresahkan warga dikarenakan skala pengerukan pasir dapat menenggelamkan pulau Tanakeke.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengatakan agar pengerukan pasir laut dilakukan sesuai dengan aturan yang ada dan harus berproses.

“Saya tidak mau menanggapi itu terlalu dini karena itu harus sesuai dengan aturannya dan saya kira dia masih harus berproses aturannya,” kata Syahrul YL. Selasa, 4 juli 2017.

Baca juga :   Kementrian ESDM Bagikan Konkit kepada Nelayan di Makassar

Diketahui warga yang resah akan adanya pengerukan pasir laut tersebut sejak Minggu 1 Juli 2017 lalu melakukan aksi unjuk rasa penolakan penggalian pasir.

Karena masyarakat sekitar berpandangan jika penggalian terus dilakukan maka pulau Tanakeke akan hilang.

Dan kalau hal tersebut terus terjadi maka dengan otomatis pulau dan daerah pesisir yang terkena dampak penambangan pasir laut ini tinggal kenangan karena diketahui bahwa pasir adalah sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui.

Baca juga :   Agus Geram, Kinerja "Sayang" Disinggung Tim NA

Menurut data dari Idris Tajannang salah seorang tokoh masyarakat menggambarkan, jika dikalkulasi
banyak pasir yang sudah diangkut oleh kapal pengeruk pasir laut ini: Kalau panjang kapal 232 meter daya angkut 33.423 Ton daya angkut dihitung meter kubik 35.500 Meter Kubik.

Jika dihitung selama 13 hari x 2 kali per hari : 26 kali mengangkut x 35.500 Meter Kubik : 923.000 Meter Kubik pasir yang sudah dibawah ke CPI.

Baca juga :   Pospera Sulsel Usung bIZa For Sulsel

Foto: Aksi Unjuk Rasa Warga Kabupaten Takalar. [Wulandari]

[divider sc_id=”sc584781296808″]divider-3[/divider]

[team layout=”2″ staff=”1694″ sc_id=”sc1133500963881″]