Pengeroyokan Pelajar SMK di Gowa Diduga Libatkan Anak Pejabat

Orangtua korban menunjukkan luka di bagian kepala yang dialami putranya akibat aksi pengeroyokan yang dilakukan sekelompok preman yang masuk ke dalam are sekolah SMKN 2 Gowa. (Foto: KabarMakassar/Abdul)

KabarMakassar.com — Seorang anak pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa diduga terlibat dalam aksi penganiayaan oleh sekelompok preman terhadap ABR (16), pelajar SMK Negeri 2 Sungguminasa Gowa, yang terjadi di dalam area sekolah pada Jumat (21/2) kemarin.

Paman korban, Alimuddin Padjarang menduga, aksi pengeroyokan yang dilakukan sekelompok preman terhadap keponakannya itu dilakukan atas perintah seorang anak pejabat.

“Ada anaknya pak camat yang terlibat. Dia panggil orang untuk memukul keponakan saya di lingkungan sekolahnya,” katanya, Selasa (25/2).

Alimuddin yang merupakan Komisioner KPU Takalar itu juga mengaku sempat menerima telepon dari salah satu camat di Gowa, yang ingin datang ke rumah korban untuk meminta maaf, namun ia menolaknya.

“Kejadiannya hari Jumat, dia baru mau minta maaf hari Minggu. Kemana saja dia?,” ujar Alimuddin kesal.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir yang temui mengaku sampai saat ini belum ada informasi pasti soal keterlibatan seorang anak camat dalam peristiwa penganiayaan pelajar SMKN 2 Sungguminasa Gowa tersebut.

“Kabar yang beredar, ada salah satu anak pejabat (terlibat). Tapi sampai sekarang kami masih cari tahu, anak pejabat atau bukan,” kata Jufri.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada empat orang yang diduga sebagai pelaku. Keempat orang itu yakni: AA (17), MSR (17), KM (24) dan F (25).

“AA dan MSR sudah diamankan. Sedangkan KM dan F sementara dalam pencarian,” terangnya.

Jufri juga mengatakan, pihaknya saat ini tengah berupaya agar dua terduga pelaku pengeroyokan pelajar SMK Negeri 2 Sungguminasa Gowa yang saat ini masih dalam pengejaran itu bisa segera tertangkap.

“Yang jelas, motif dari peristiwa penganiayaan itu adalah balas dendam,” ungkapnya.

Sebelumnya Dikabarkan, seorang pelajar SMK Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa berinisial ABR (16), menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan sekelompok preman di dalam area sekolahnya pada Jumat (21/2).

Siswa kelas 10B jurusan Teknik Komputer dan Jaringan itu dipukuli oleh beberapa orang preman yang tiba-tiba masuk ke dalam kelas saat jam pelajaran tengah berlangsung.

Tak hanya dianiaya di dalam kelas, korban juga sempat diseret hingga keluar area sekolah. Akibat peristiwa terebut, korban mengalami luka cukup serius di bagian kepala hingga harus dirawat di RSUD Syech Yusuf Kabupaten Gowa.

Reporter :

Editor :

Abdul Kadir

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI