Pengamat: Rebutan Rekomendasi Parpol Warnai Pilgub Sulsel

Pemerhati Pemilukada Sulsel, Sulfinas Indra

KabarMakassar.com — Pengamat Pemilukada Sulawesi Selatan Zulfinas Indra akhirnya memberikan pandangan terkait perubahan arah dukungan parpol membuat konstalasi politik di tahapan Pemilihan Gubernur Sulsel semakin dinamis.

Musababnya, kata dia arah dukungan Parpol di Pilgub 2018 sangat beririsan dengan kepentingan Pilpres 2019 nanti. Dia memastikan akan banyak kejutan-kejutan sebelum tahapan pendaftaran nanti.

Direktur Fokus Pemilu ini menilai kejutan bakal calon Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang yang telah resmi menerima rekomendasi dari partai Gerindra menjadi salah satu dinamika tarik menarik dukungan yang menjadi perhatian publik.

Sebelumnya dikabarkan Gerindra telah gencar mensosialisasikan Prof Andalan, Nurdin Abdullah. “Memang Agus-TBL telah mengantongi dukungan Gerindra (11 kursi), tapi mereka masih membutuhkan tambahan dukungan. Sesuai dengan syarat pencalonan minimal 20% jumlah kursi DPRD atau 25% suara sah Pileg DPRD,” jelas Zulfinas Indra, Jumat 05 Januari 2018.

Baca juga :   Berita Foto: Balon Bupati Sidrap Ikuti Fit and Proper Test

Disisi lain, kata dia, Nurdin Halid dan Abdul Aziz Qahar Mudzakar (NH – Aziz) juga telah mengamankan Golkar, NasDem, PKB, dan PKPI dengan akumulasi kursi 29 berdasarkan surat tugas maupun rekomendasi yang diterimanya.

Sementara itu, Nurdin Abdullah – Sudirman Sulaiman (NASS) masih didukung oleh PAN, PKS dan PDIP dengan jumlah 20 kursi. Dan IYL-Cakka yang memilih berjuang di jalur perseorangan tinggal membutuhkan kekurangan dukungan sebanyak 3.390.

Olehnya itu, menurut mantan Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, bahwa kondisi ini akan semakin melahirkan upaya tarik menarik antara mempertahankan dan menggenapkan dukungan parpol menjelang pendaftaran pasangan calon pada tanggal 8-10 Januari 2018 mendatang.

Baca juga :   Pospera Sulsel Usung bIZa For Sulsel

“Jika melihat arah koalisi Gerindra, PKS dan PAN dibeberapa Pilgub maka dukungan Agus-TBL bisa tercukupi kalau PAN bergabung ditambah dengan PBB dengan jumlah 21 kursi. Namun tentu akan memaksa NA-SS untuk mencari tambahan koalisi yang mempunyai kursi minimal 6,” jelas Direktur Fokus Pemilu Zulfinas Indra.

Maka yang paling potensi digerogoti, kata dia, adalah dukungan NH-Azis dengan mengambil Nasdem (7 kursi) atau Hanura (6 kursi). Begitu juga di pendukung IYL-Cakka karena keberadaan Demokrat (11 kursi) dan PPP (7 kursi) tidak mempengaruhi pencalonan melalui jalur perseorangan.

Baca juga :   Kapolda Sulsel Beri Apresiasi Bripka Rais

Meskipun demikian, pihaknya berharap tidak ada pasangan bakal calon Pilgub yang harus dipermalukan lantaran tidak mencukupi dukungan partainya apalagi saat ini masih sangat terbuka peluang Pilgub Sulsel dengan diikuti oleh 3 atau 4 paslon.

“Tentu kita tidak mengharapkan ada Paslon yang harus dipermalukan untuk meninggalkan arena sebelum pertarungan dimulai,” tuturnya. (*/Nck)

Penulis Suharlim Syamsuddin