Pengamat: Job Fair Tidak Mampu Tekan Pengangguran

Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. [Sumber: Int.]

Kabar Makassar— Pakar pemerintahan Universitas Hasanudin Makassar, Andi Lukman Irwan, menyebutkan, program job fair yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar setiap tahun merupakan program klasik yang tidak mampu menekan angka pengangguran di Kota Makaassar.

“Program itu tumpul untuk menekan angka pengangguran di kota ini. Pasalnya, setiap tahun dilakukan, hanya sebatas seremoni untuk merealisasikan program kerja. Dari dulu itu, sementara pengangguran meningkat,” ujarnya, Kamis, 27 April 2017.

Baca juga :   Waspadai, Narkotika Efek 'Zombie' Ada di Indonesia

Seperti diketahui, berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar tahun 2016, dari 1,7 juta jiwa penduduk Makasar, 6,64 persen atau 71.306 jiwa diantaranya masih berstatus pengangguran.

Sedangkan angkatan kerja di Kota Makassar, mencapai 12.2 persen setara dengan 526.000 jiwa dengan jumlah pencari kerja sebesar 120.000 jiwa. Dinas Tenaga Kerja sendiri masih punya pekerjaan berat dalam mengurangi angka pengangguran.

Baca juga :   Disnaker Makassar Serius Tegasi Perusahaan 'Kalasi'

Dijelaskan, beberapa upaya dilakukan Disnaker Makassar, untuk mengurangi beban sosial ini, meski hasilnya sebenarnya tak signifikan. Bahkan ia menilai program seperti pengentas pekerja dibawa umur dan PHK hanya sebatas ucapan belaka.

“Secara rutin digelar job fair dua kali setahun. Upaya itu bisa mengurangi pengangguran sekira beberapa persen saja. Bahkan pengangguran prang berpendidikan merajalela, belum lagi yang lang tamat SMP dan SMA,” katanya.(*)