Penerbitan Visa Umrah Dihentikan Sementara, Begini Respon Usaha Travel di Parepare

Aktivitas di salah satu perusahaan travel haji dan umrah di Kota Parepare, Kamis (27/2). (Foto: KabarMakassar/Ardi)

KabarMakassar.com — Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan kebijakan penangguhan sementara kedatangan jemaah umrah dari semua negara, termasuk Indonesia. Dampak dari kebijakan ini, penerbitan visa para calon jemaah umrah dari seluruh negara, termasuk Indonesia, dihentikan sementara.

Kebijakan ini tentu berdampak bagi travel umrah dan haji di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Parepare.

Awal Ahmad, staf Informasi PT Zakiah Dina Tayyibah, salah satu perusahaan travel umrah yang ada di Kota parepare mengaku, pihaknya cukup terkejut mendengar adanya kebihjakan tersebut.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya tetap membuka pendaftaran seperti biasanya, sambil menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat.

“Berpengaruhnya itu karena membuat kami kaget. Tapi kami masih menunggu (keputusan resmi dari pemerintah pusat),” ujarnya, Kamis (27/2).

Awal mengungkapkan, saat ini ada sebanyak 94 jemaahnya yang tengah melakukan ibadah umrah, dan kondisinya dalam keadaan baik-baik saja.

“Sebelum diberangkatkan, kita lakukan pengecekan kesehatan dan juga ada vaksin untuk jemaah. Jadi kalau belum divaksin, tidak bisa berangkat,” terangnya.

Senada, staf administrasi di perusahaan travel umrah PT Suci Amanah Insani, Rusdiyanto mengatakan, keputusan itu tentu akan berdampak kerugian bagi travelnya.

“Tentu travel daerah seperti kami akan merugi. Biaya hotel di Makassar membengkak, belum lagi jemaah diberi konsumsi,” katya Rusdi.

Ia mengaku, pihaknya sangat menyayangkan adanya keputusan Pemerintah Arab Saudi melakukan penundaan visa itu. Pihaknya sendiri akan memberangkatkan 10 jemaah di bulan Maret mendatang.

Sekadar diketahui, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk menangguhkan sementara kedatangan jemaah umrah dari semua negara, termasuk Indonesia. Hal ini disampaikan pihak Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada kamis (27/2) waktu setempat.

Dilansir dari SPA, keputusan ini diambil Pemerintah Kerjaan Arab Saudi sebagai upaya menecegah penyebaran virus corona amasuk ke negaranya, sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyampaikan pemerintah kerajaan melalui otoritas-otoritasnya sangat gigih menerapkan standar internasional yang disetujui, guna mendukung upaya negara dan organisasi internasional utamanya Organisasi Kesehatan Dunia untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga mengatakan tindakan pencegahan ini sebagai bentuk perlindungan bagi keselamatan warga dan penduduknya.

Pihak Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga menegaskan bahwa prosedur ini bersifat sementara, dan akan dievaluasi terus menerus oleh pihak berwenang.

Reporter :

Editor :

Ardiansyah

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI