kabarbursa.com
kabarbursa.com

ITB Nobel Indonesia Terima Buku Tabungan Biaya Hidup Mahasiswa dari LLDIKTI Wilayah IX

ITB Nobel Indonesia Terima Buku Tabungan Biaya Hidup Mahasiswa dari LLDIKTI Wilayah IX
Buku tabungan biaya hidup digunakan oleh ratusan mahasiswa di lingkup ITB Nobel Indonesia sebagai bagian dari program beasiswa pemerintah (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, Badaruddin, secara resmi menerima Buku Tabungan Biaya Hidup Mahasiswa secara simbolis di Nobel Convention Center.

Penyerahan buku tabungan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman pada 27 Januari. Buku tabungan biaya hidup ini nantinya akan dimanfaatkan oleh ratusan mahasiswa di lingkup ITB Nobel Indonesia sebagai bagian dari program beasiswa pemerintah dalam menunjang kelangsungan studi mereka.

Rektor ITB Nobel Indonesia menegaskan pentingnya tanggung jawab dan keseriusan mahasiswa penerima beasiswa dalam mengelola dana yang telah diberikan.

Ia meminta agar bantuan biaya hidup tersebut digunakan secara optimal dan tepat sasaran untuk mendukung kebutuhan akademik selama menjalani perkuliahan.

“Saya mengingatkan kepada para penerima beasiswa bahwa kami menetapkan standar yang tinggi bagi kualitas pendidikan mereka, karena mereka dibiayai negara,” ujarnya, dikutip Minggu (01/02).

“Ini menjadi tanggung jawab kami untuk menjadikan mereka sebagai sarjana yang berkualitas,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendidikan merupakan jalan strategis untuk mengubah nasib dan meningkatkan kualitas hidup. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut memiliki tekad, kedisiplinan, serta komitmen kuat dalam menyelesaikan studi.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, menyampaikan bahwa keberhasilan program beasiswa pemerintah tidak terlepas dari keseriusan pihak perguruan tinggi, khususnya dalam proses administrasi, verifikasi, dan klarifikasi data mahasiswa calon penerima, termasuk kondisi keluarga.

Ia juga menegaskan bahwa dana beasiswa yang telah masuk ke rekening masing-masing mahasiswa harus dimanfaatkan secara bijak guna memperlancar dan memudahkan penyelesaian studi di perguruan tinggi.

“Para mahasiswa penerima beasiswa ini harus belajar dengan tekun dan serius. Prestasi akademik harus dijaga dengan baik, IPK harus tinggi, dan pihak kampus akan secara rutin melakukan evaluasi prestasi akademik setiap akhir semester,” tegasnya.

Andi Lukman berpesan agar mahasiswa penerima beasiswa mampu menyelesaikan studi tepat waktu, memiliki capaian akademik yang unggul, serta aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan kelembagaan, tanpa mengesampingkan prioritas utama yakni penyelesaian kuliah.

error: Content is protected !!