Pencopotan Ketua DPRD Gowa Tuai Kritikan

Ansar Zaenal Bate

Kabar Makassar– Kabar dicopotnya Ansar Zaenal Bate dari jabatannya sebagai Ketua DPRD kabupaten Gowa menuai kritikan dari pengamat politik.

Pelengseran Ansar Saenal Bate yang akan digantikan oleh Andi Ishak dianggap sangat tidak adil serta melanggar konstitusi.

Pakar Politik Universitas Bosowa, Arief Wicaksono mengatakan bahwa adanya pencopotan terhadap Ketua DPRD tidak berpengaruh pada kinerja partai secara signifikan.

“Kenapa jabatan Ketua DPRD dicopot? Hal itu harus diklarifikasi dulu, jika melihat fenomena itu tidak akan mempengaruhi partai,” katanya saat ditemui di kampus Unibos. Selasa 15 Agustus 2017.

Baca juga :   Calon Kepala Daerah Lebih Selektif Gunakan Lembaga Survei

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, partai politik tidak mempunyai wewenang untuk melakukan pemecatan terhadap Ketua DPRD.

Selain itu, pencopotan tersebut dilakukan bukan berdasarkan evaluasi kinerja, melainkan ego politis yang dinilai sebuah kebijakan yang tidak fair.

Diketahui sebelumnya, Ansae Zaenal Bate dicopot dari kursi jabatannya dengan alasan tidak loyal terhadap partai kerena lebih mendukung mendukung mantan Bupati Gowa yang juga menjadi calon gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo daripada calon Gubernur dari partai Golkar, Nurdin Halid-Aziz Qahar Muzzakar.

Baca juga :   Berita Foto: Balon Bupati Sidrap Ikuti Fit and Proper Test

Sehingga DPP partai Golkar memgeluarkan surat pberhentian nomor B-1198/GOLKAR/VII/2017 tanggal 31 Juli 2017 perihal persetujuan penggantian Ketua DPRD Kabupaten Gowa.

Kemudian surat pergantian DPP Partai Golkar tersebut telah ditindaklanjuti oleh DPD 1 partai Golkar Sulsel yang dintandatangani oleh Ketua DPD 1 parfai Golkar Sulsel, Nurdin Halid.