Pemuda Gugat Kekumuhan Monumen LAPRIS

Pemuda Gugat Kekumuhan Monumen LAPRIS

Pemuda Gugat Kekumuhan Monumen LAPRIS

“(Sungguh) ironis, di 72 tahun kemerdekaan Republik Indonesia ini, setetes cat-pun tidak menyentuh monumen perjuangan ini”, tutur Muhammad Anzar, di kompleks Monumen Laskar Pejuang Republik Indonesia Sulawesi (LAPRIS), usai mengikuti upacara peringatan HUT RI ke72, Kamis 17 Agustus 2017.

Padahal, imbuhnya, monumen tersebut adalah saksi sejarah terbangunnya kesepahaman dan kesepakatan dari 19 kelaskaran dari berbagai daerah di Sulawesi untuk bergerak bersama berjuang mempertahankan Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI) dari kolonial Belanda.

“Ditempat inilah, Pahlawan Nasional Ranggong Daeng Romo bersama laskar dari daerah lain bersepakat membentuk pasukan perlawanan yang terorganisir, yakni Laskar Pejuang Republik Indonesia Sulawesi” terangnya.

Menurutnya, dengan kondisi kumuh yang terlihat di monumen LAPRIS ini, menjadi penjelasan bahwa sesungguhnya pemerintah masih abai terhadap semangat dan pengorbanan para pejuang kemerdekaan.

“Jadi kami meminta pemerintah memperhatikan kondisi Monumen LAPRIS, sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam mengejawantahkan semangat perjuangan para patriot kemerdekaan.”harapnya.

Sebelumnya, pada Rabu Malam bersama para pemuda lainnya menggelar pesta obor dengan menyalakan 72 obor yang dipegang oleh masing-masing pemuda. Pesta ini sebagai simbol semangat kaum muda memperingati 72 tahun kemerdekaan Indonesia.

Terpisah, Ketua Partai Kebangkitan Bangsa, H. Abdul Haris Nassa mengapresiasi perhatian generasi muda yang begitu tinggi terhadap sejarah dan monumen perjuangan bangsa.

“Kegiatan ini sangat bagus dan perlu didukung oleh semua fihak. Saya berharap ini menjadi momentum kebangkitan generasi muda dalam menjaga dan melestarikan semangat juang para patriot bangsa” tuturnya.

Sekedar diketahui, Monumen LAPRIS terletak di Kelurahan Bulukunyi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar. Monumen ini berada dipuncak bukit, sehingga selain memberikan sejarah perjuangan bangsa juga memberikan pemandangan alam, apa lagi disekat kompleks tersebut terdapat permandian alam Saluka.

Citizen Report by Hexa Abid

 

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close