Pemprov Sulsel Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Hingga Juni 2020

Pajak (ilustrasi).

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulsel memberikan insentif bagi masyarakat pemilik kendaraan bermotor berupa pembebasan denda pajak kendaraan bermotor (PKB).

Insentif pembebasan denda pajak ini diberikan pada masyarakat yang membayar pajak (jatuh tempo pembayaran) pada tanggal 23 Maret sampai 29 Juni 2020.

Adapun yang dibebaskan adalah denda pajak mulai Januari 2020 sampai dengan tanggal pembayaran, sepanjang pembayaran tersebut belum lewat dari tanggal 29 Juni 2020.

Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor; 884/III/Tahun 2020 tentang Pemberian Insentif Pembebasan Denda Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2020 Dalam Masa Tanggap Darurat Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel, Andi Sumardi Sulaiman mengatakan, pembebasan denda PKB ini diberikan untuk mendorong masyarakat Sulsel tetap stay at home.

Di masa tanggap darurat Virus Corona (Covid-19) ini, kata dia, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan pajaknya yang jatuh tempo.

Untuk menghindari penumpukan wajib pajak di kantor Samsat setelah masa tanggap darurat nanti, Sumardi memgimbau agar masyarakat melakukan pembayaran PKB melalui transaksi non-tunai dengan menggunakan aplikasi Samsat Online Nasional (SAMOLNAS) dan e-Samsat Sulsel yang dapat di-download melalui play store.

Sumardi menjelaskan, dengan mengunduh aplikasi e-Samsat Sulsel, wajib pajak dapat melakukan pembayaran dengan mobile banking Bank Sulselbar, ATM Bank Sulselbar, atau di gerai Indomaret, Alfamaret dan Alfamidi baik secara tunai maupun non-tunai.

“Wajib pajak cukup mendaftarkan NIK dan nomor handphone pada saat registrasi,” ujarnya.

Sumardi juga menyampaikan, Kantor Samsat dan layanan unit Samsat pembantu atau yang lebih dikenal dengan Samsat unggulan, tetap beroperasi selama masa tanggap darurat Covid-19, namun dengan pelayanan terbatas.

“Pelayanan di luar Samsat Stasioner hanya dibuka dari Pukul 8.00 sampai dengan pukul 12.00 WITA. Sedangkan di Samsat Stasioner, pelayanan mulai pukul 08.00 sampai pukul 15.00 WITA,” terangnya.

Sumardi menambahkan, pelayanan di Kantor Samsat juga menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menyediakan sarana cuci tangan, hand sanitizer, penyemprotan secara berkala, pembersihan kantor dua kali sehari, dan seterusnya.

“Tentu kita semua berdoa agar musibah ini berakhir, dan masyarakat dapat bangkit kembali, lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Firdaus

Redaksi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI