Pemprov Siapkan Pendampingan Warga Setelah Evakuasi Dari China

Rencana pendampingan warga oleh Dinas Kesehatan dan Pemprov Sulsel (/int)

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan melakukan pendampingan bagi warga Sulawesi Selatan setelah di evakuasi dari China nantinya. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan saat dijumpai usai pelantikan Jumat, (31/01).

“Kita sudah siapkan pendampingan warga kita yang dari Wuhan nanti di pusat, itu dari Dinas Kesehatan” ungkap Nurdin Abdullah di ruang Pola kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Pemerintah pusat telah menyediakan ruangan isolasi bagi warga Indonesia yang dievakuasi dari China nantinya. Ruang isolasi nantinya akan menggunakan Asrama Haji. “Jadi nanti ruang isolasinya juga udah jelas di pusat, nanti ada tim dari Dinkes yang dampingi di sana sampai benar dinyatakan tidak terinfeksi” terang Nurdin Abdullah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan akan menyediakan segala sesuatu dalam proses pemulangan warga Sulsel di China. “Pokoknya Pemprov akan hadir untuk menyiapkan segala sesuatu persiapan kepulangan mereka”

Menurutnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan terus melakukan koordinasi dengan pihak Kementrian Luar Negeri dalam pemulangan warga Indonesia, khususnya Sulsel.

Sampai saat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan belum mengetahui secara pasti berapa banyak jumlah warga Sulsel yang masih terjebak di China. “Makanya kita lagi tunggu, ini kan lagi diidentifikasi seluruh warga Sulsel yang ada di Wuhan” tuturnya.

Sementara itu, pelaksanaan tugas kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Ichsan Mustari membenarkan jika Dinas kesehatan akan melakukan pendampingan bagi warga Sulsel pasca dievakuasi nantinya. “Iya kita ada pendampingan bersama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Sulawesi Selatan” ungkapnya saat dihubungi via pesan singkat.

Virus Corona yang tersebar sejak Desember 2019 lalu di Kota Wuhan, ini telah menelan korban jiwa sebanyak 170 jiwa akibat menderita sakit pernapasan. Dan ribuan orang terinfeksi virus ini di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Singapura, Australia dan Prancis, dengan jumlah terbanyak di Cina.

Reporter :

Editor :

Herlin

Andi Fitrayadi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI