Pemkot Tunda Perayaan Hari Kebudayaan Kota Makassar

Surat Walikota Makassar ke Gubernur Sulsel terkait pemberitahuan pembatalan pelaksnaaan Peringatan Hari Kebudayaan kota Makassar. (IST)

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar memutuskan nuntuk menunda pelaksanaan Pekan Budaya dalam rangka peringatan Hari Kebudayaaan Kota Makassar yang rencananya bakal digelar tangg 1-4 April 2020, ditunda sampaia batas waktu yang belum ditentukan.

Asisten 1 Pemerintah Kota Makassar yang juga selaku Ketua Panitia kegoiatan tersebut, M Sabri mengatakan, keputusan ini merupakan bentuk atau langkah preventif sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan pemerintah pusat, provinsi maupun Kota Makassar terkai antisipasi dan pencegahan penularan Virus Corona (Covid-19).

“Kita lihat bahwa sekarang luar biasa tentang Covid-19. Oleh karena itu, untuk sementara kira memutuskan untuk hari dan pekan budaya kita tunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Sabri, Kamis (19/3).

“Apalagi sekarang dalam keadaan siaga darurat yang sudah ditetapkan BNPB sampai dengan 29 Mei 2020, oleh karena itu seluruh kegiatan-kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang, seminar-seminar, apalagi menyangkut dengan hari kebudayaan ada parade budaya, kita tiadakan untuk sementara waktu sambil melihat perkembangan-perkembangan hari demi hari tentang Covid-19 ini,” tambahnya.

Meski saat ini persiapan untuk pelaksanaan peringatan Hari Kebudayaan tersebut sudah mencapai 50 persen, Sabri menegaskan hal itu tak menjadi maslah.

“Itu tidak apa-apa dibanding dengan kesehatan semua orang. Saya kira persiapan itu adalah hal yang wajar saja, tetapi yang lebih diutamakan sekarang perintah pimpinan, perintah presiden, perintah gubernur, perintah walikota, untuk keselamatan semua orang. Keselamatn masyarakat itu yang utama,” tegasnya.

Ketua Panitia Intern yang juga Kabid Penerapan Seni dan Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Herfida Attas menambahkan, meski acara Pekan Budaya ditunda, namun pihaknya tetap mengimbau agar pada 1 April 2020 seluruh elemen masyarakat di Kota Makassar tetap melaksanakan peringatan Hari Kebudayaan di tempatnya beraktifitas masing-masing, dengan mengenakan pakaian adat tradisional Sulawesi Selatan maupun pakaian tradisional nusantara lainnya.

Hal ini, kata dia, juga berlaku di area pelayanan publik yang diminta menyediakan dan memutar backsound lagu atau musik instrumen tradisional Sulawesi Selatan sepanjang April 2020.

“Kita juga mengimbau gedung perkantoran agar menyediakan dan mengonsumsi makanan dan kue khas tradisional di lingkup kerja masing-masing. Khusus untuk usaha perhotelan, dapat menyajikannya bagi para tamu,” imbaunya.

Reporter :

Editor :

Herlin

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI